Pujian Lewat Do’a pada Imam Syafi’i

Di antara ulama yang memberikan banyak kebaikan pada umat Islam adalah Imam Syafi’i rahimahullah. Karena kebaikan dan jasanya, para ulama pun mendo’akan kebaikan pada beliau. Dan ini sudah menunjukkan keutamaan Muhammad bin Idris Asy Syafi’i. Imam Syafi’i termasuk ulama hadits dan mendapat pujian dari ulama semisalnya lewat do’a.

 

قال الحارث بن سريج: سمعت يحيى القطان يقول: أنا أدعو الله للشافعي، أخصه به

Al Harits bin Suraij berkata, aku mendengar Al Qotton berkata, “Aku senatiasa berdo’a pada Allah untuk Imam Syafi’i, aku khususkan do’a untuknya.”

وقال أبو بكر بن خلاد: أنا أدعو الله في دبر صلاتي للشافعي

Abu Bakar bin Kholad berkata, “Aku selalu berdo’a pada Allah di akhir shalatku untuk Syafi’i.” (Disebutkan oleh Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala’, 10: 20, cetakan Muassasah Ar Risalah, cetakan ke-11, 1422 H).

Setiap kebaikan hendaklah dibalas. Apalagi kebaikan ilmu yang diberikan. Sulit memang membalasnya karena ilmu adalah jasa yang luar biasa. Kalaulah itu sulit, maka balaslah kebaikan tersebut dengan terus mendo’akan orang yang memberikan ilmu. Do’a itu tak henti dipanjatkan sampai kita merasa telah membalasnya. Termasuk pula kita hendaknya selalu mendo’akan para ulama yang punya jasa besar pada Islam.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ

Seorang belum merealisasikan rasa syukur kepada Allah jika ia tidak mampu bersyukur (berterimakasih) atas kebaikan orang lain terhadap dirinya.” (HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dari Jabir bin ‘Abdillah Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرْوُفٌ فَلْيُجْزِئْهُ، فَإِنْ لَمْ يُجْزِئْهُ فَلْيُثْنِ عَلَيْهِ؛ فَإِنَّهُ إِذَا أَثْنَى عَلَيْهِ فَقَدْ شَكَرَهُ، وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ، وَمَنْ تَحَلَّى بَمَا لَمْ يُعْطَ، فَكَأَنَّمَا لَبِسَ ثَوْبَيْ زُوْرٍ

Siapa yang memperoleh kebaikan dari orang lain, hendaknya dia membalasnya. Jika tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, hendaklah dia memuji orang tersebut, karena jika dia memujinya maka dia telah mensyukurinya. Jika dia menyembunyikannya, berarti dia telah mengingkari kebaikannya. Seorang yang berhias terhadap suatu (kebaikan) yang tidak dia kerjakan atau miliki, seakan-akan ia memakai dua helai pakaian kepalsuan.” (Disebutkan oleh Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 215. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani).

Semoga kita dapat mencontoh perilaku baik para ulama yang selalu mendo’akan gurunya dan setiap orang yang berjasa pada Islam. Wallahu waliyyut taufiq.

 

Artikel berkaitan dengan Imam Syafi’i di Rumaysho.Com:

1- Imam Syafi’i dan Murid-Muridnya

2- Keistimewaan Imam Asy Syafi’i

3- Kata Imam Syafi’i: Tinggalkan Pendapatku Jika Menyelisihi Hadits

4- Umar dan Imam Syafi’i Berbicara tentang Bid’ah Hasanah

5- Karya-Karya Penting dalam Madzhab Syafi’i

6- Imam Syafi’i dalam Membagi Waktu Malam

 

 

@ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, di pagi hari, Rabu, 26 Rajab 1434 H

www.rumaysho.com

 

Silakan follow status kami via Twitter @RumayshoCom, FB Muhammad Abduh Tuasikal dan FB Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat

———-

Sumber: www.rumahsyo.com (Muhammad Abduh Tuasikal, MSc) | Jun 05, 2013

Print Friendly