Menangis Karena Ramadhan

Ia menangis karena akan berpisah dengan bulan Ramadhan, kenapa?

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata,

كَيْفَ لاَ تَجْرِى لِلْمُؤْمِنِ عَلَى فِرَاقِهِ دُمُوْع وَ هُوَ لاَ يَدْرِي هَلْ بَقِيَ لَهُ فِي عُمْرِهِ إِلَيْهِ رُجُوْع

Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak berlinang kala berpisah dengan bulan Ramadhan.

Sementara dia tidak mengetahui tersisa dari umurnya untuk kembali bertemu dengannya.

(Lathaif Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hambali, pada materi perpisahan dengan bulan Ramadhan)

 

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Rumaysho[dot]Com, kunjungi terus artikel terbaru. Aplikasi androidnya jangan lupa download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=sms.com.rumaysho

 

Waktu sahur, 30 Ramadhan 1437 H @ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul

———-

Sumber: www.rumahsyo.com (Muhammad Abduh Tuasikal, MSc) | Jul 05, 2016

Print Friendly