Tips Membangun Kedisiplinan Untuk Kesuksesan

Pernahkan anda membaca kalimat “Disiplin awal dari kesuksesan”? Tulisan ini mengingatkan saya pada dinding sekolah dasar tempat saya menimba ilmu. Setiap masuk gerbang sekolah anak-anak secara tidak langsung membaca kalimat ini. Barulah setelah dewasa ini saya merasakan maksud dari kalimat ini. Tapi menumbuhkan, memupuk dan mendisiplinkan rasa disiplin memang bukan hal yang mudah. Karena itu, pada artikel ini saya coba membahas tentang kedisiplinan lebih lanjut.

Secara definisi disiplin bisa diartikan suatu latihan untuk melatih seseorang untuk mematuhi suatu peraturan dan memberikan sanksi apabila seseorang tidak mematuhinya.

Salah satu sahabat rasulullah yang menerapkan kedisiplinan adalah Umar Bin Al Khaththab radhiallahu ‘anhu. Umar adalah sahabat rasulullah yang sangat disiplin dalam hal sholat. Dikisahkan bahwa Umar bin Al khathtab radhiallahu ‘anhu pernah satu kali ketinggalan sholat di masjid, karena beliau sedang melihat kebunnya yang begitu luas. Pada saat pulang, beliau mendapati bahwa jamaah masjid sudah bubar meninggalkan masjid. Umar bin Al khathtab radhiallahu ‘anhu merasa sangat menyesal dan menghukum dirinya dengan cara menyedekahkan kebun yang membuatnya lupa dengan solat berjamaah kepada fakir miskin.

Bagaimana dengan kita? Sudah berapa banyak kita meninggalkan sholat berjamaah atau bahkan meninggalkan sholat? Lalu hukuman apa telah kita berikan kepada diri kita supaya jera dan tidak mengulanginya lagi?

Membangun kedisiplinan bukan hal yang tidak mungkin, tapi tentunya diperlukan usaha dari diri sendiri. Apalagi jika kita selalu berdoa kepada Allah untuk bisa menjadi manusia yang lebih disiplin dalam hal apapun. Di dalam Al-quran Allah bersabda dalam surat al-Ra’d 13:11 bahwa Allah tidak akan mengubah nasib seseorang jika ia tidak berusaha mengubahnya. Karena itu marilah kita melatih kedisiplinan mulai dari hal yang kecil dan sedikit demi sedikit. Beberapa tips untuk melatih kedisiplinan:

1. Jangan tunggu sampai mood datang

Sebagian dari kita ada yang beralasan untuk menunggu mood baik untuk melaksanakan suatu tugas. Tapi bagaimana jika mood tidak kunjung baik? Semakin kita beralasan untuk menunggu mood yang baik, semakin manja diri kita. Jika kita terus-terusan memanjakan diri, maka akan sangat sedikit sekali pekerjaan yang bisa kita selesaikan. Cobalah untuk langsung melaksanakan suatu pekerjaan tanpa harus menunggu mood. Kadang untuk memulai sesuatu sangatlah sulit terutama di 1 jam awal mengerjakannya. Tapi setelah kita berhasil untuk memaksa diri kita, maka kita pun akan terlarut dalam pekerjaan tersebut. Lakukan sekarang juga!!

2. Selesaikan apa yang sudah dimulai

Jika sudah berhasil memulai suatu pekerjaan, maka tentukanlah suatu target yang ingin dicapai. Lalu berusahalah untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Menentukan target harus sesuai dengan kemampuan dan waktu yang ada. Jangan terlalu berlebihan karena bisa membebani diri dan membuat diri semakin malas untuk menyelesaikannya. Targetkanlah hal yang masuk akal.

3. Jangan tunggu deadline

Apakah anda termasuk orang yang sering beralasan akan bekerja lebih baik jika mendekati deadline? Jika iya, maka segeralah ubah kebiasaan ini. Pekerjaan yang dilakukan mendekati deadline cenderung kurang berkualitas karena dikerjakan dengan terburu-buru. Perkerjaan yang dilakukan terburu-buru juga akan cenderung memiliki banyak kesalahan. Bekerja di bawah tekanan juga tidak baik untuk kesehatan.

 

———-

Sumber: www.pengusahamuslim.com – Rabu,10 Juli 2013

Print Friendly