Bahaya kelalaian

Khutbah jum’at Masjid Nabawi tanggal 8-8-1435 / 6-6-2014

oleh : Syaikh Solah bin Muhammad Al-Budair

Khutbah Pertama

          Wahai kaum muslimin…pemilik cita-cita yang tinggi, dan jiwa-jiwa yang mulia, serta hati-hati yang cerdas, yang Allah ta’ala telah memberikan kepada mereka kebaikan hati dan kekuatan pikiran ; mereka selalu berhati-hati dari kelalaian, dan ketergelinciran , dan mereka senantiasa berlindung kepada Allah dari keduanya.

          Berkata Raghib al-Asfahani : goflah adalah : kealpaan yang menjangkiti seorang manusia disebabkan kurangnya kesadaran dan penjagaan.

          Juga ada yang mengartikan : goflah adalah : menuruti semua keinginan hawa nafsu.

          Juga ada yang mengartikan : goflah adalah : engkau meninggalkan masjid, juga engkau menta’ati mufsid (perusak), dan ada yang mengartikan : goflah adalah : menghabiskan waktu dengan menganggur.

          Telah diriwayatkan dari hadits Anas radiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam  sering berdo’a : Ya Allah aku berlindung kepadamu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, kepikunan, kekerasan hati, kelalaian, kehinaan dan kemiskinan. (HR.Ibnu Majah).

          Ketahuilah rusaknya jiwa disebabkan hawa nafsu dan syahwat yang menguasai, dan rusaknya hati disebabkan kelalaian dan kekerasan hati.

          Allah yang maha tinggi berfirman :

وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ.

Artinya : Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.(QS.Al-A’raaf : 205).

Berkata Umair bin Habib Al-Khatmi radiyallahu ‘anhu : Iman itu bertambah dan berkurang, lalu ia ditanya : bagaimana iman bertambah dan berkurang? Umair menjawab : jika kita mengingat Allah dan takut kepadanya, ketika itulah iman bertambah, dan jika kita lalai dan lupa maka ketika itulah iman berkurang.

Dan jika hati diberi gizi dengan dzikir, disiram dengan tafakkur, dibersihkan dari sifat hasad, disucikan dengan kitab dan sunnah, dan ia mengetahui tauhid yang murni dari campuran kesyirikan, bid’ah dan khurafat ; ia akan terjaga dari kelalaian dan akan bangkit dari ketergelinciran.

Adapun orang yang dikuasai oleh kelalaiannya, maka akan besar penyesalannya, dan barangsiapa yang panjang tidurnya, maka akan lama kesedihannya.

Barangsiapa yang lupa sesuatu yang seharusnya diingat, berarti ia telah menyia-nyiakan kesempatan, dan barangsiapa yang lebih mengutamakan menganggur di musim keberuntungan dan meninggalkan menanam di waktu penaburan benih, berjalan lambat di waktu perlombaan, serta malas melangkah di lapangan pertandingan, maka sungguh ia akan terhalang dari kebaikan dan akan dihina karena kemalasan.

Hawa nafsu memang selalu mengajak kepada hal-hal yang dilarang, dan selalu menghalangi dari keta’atan.

Maka barangsiapa yang lalai dari meluruskan kebengkokannya, dan dari memperbaiki jalannya, maka ia akan dikalahkan oleh kecurangannya dan akan tertipu oleh rayuannya.

“sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.”

Orang-orang yang lalai selalu lupa dan berleha-leha, dan mereka selalu berpaling dari kebaikan yang diinginkan untuk mereka, mereka tidak mendatangi shalat kecuali dalam keadaan bermalas-malasan, mereka merasa berat mengerjakannya, dan mengakhirkannya dari waktunya, mereka juga tidak melakukannya dengan berjamaah, beginilah keadaan mereka dalam masalah shalat, padahal shalat adalah amalan yang paling mulia,yang paling utama dan yang paling baik.

Mereka memboikot Al-Qur’an, ingin dilihat dan dipuji oleh manusia, dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit.

Mereka berpaling dari majlis-majlis dzikir, majlis ilmu, majlis nasihat dan kebaikan, sebaliknya mereka bersegera menuju majlis senda gurau dan permainan, serta tempat-tempat nyanyian, musik, joget, porno, dan keji.

Mereka juga berlomba-lomba menuju tempat-tempat kemungkaran, tempat fitnah dan kelalaian, mereka juga berlindung ke tempat-tempat yang memamerkan hal yang diharamkan, serta tempat-tempat yang menghidangkan minuman keras dan memabukkan, yang menjual obat terlarang yang dapat membusukkan mulut dan membakar darah, serta merusak pikiran, serta membuat lupa ingatan, juga menjadikan sakit orang yang sehat dan menjadikan hina seorang yang mulia.

 

Yang paling kecil penyakitnya dan penyakitnya banyak

Permusuhan, atau kegilaan atau kekeringan

 

Mereka berbuat sia-sia dan bermain-main, kekejian mereka datangi, batasan-batasan mereka langgar, kefasikan mereka tuju.

 

Wahai engkau yang lalai sadarlah sebelum kalian mati

Sebelum dipegang kaki dan ubun-ubun

Semua manusia esok akan berdiri

Mereka tidak berkata-kata bukan karena bisu dan tuli

Semua makhluk sibuk dan padang mahsyar mengumpulkan mereka

Allah akan bertanya kepada mereka tentang yang halal dan haram.

 

 Telah dekat kepada manusia hari dihisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qur’an pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main, (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai.

 

Manusia tetap dalam kelalaian mereka

Padahal penggilingan maut sedang diputar

Tidak ada dari roda kebinasaan

Benteng bagi orang yang ingin berlindung

Wahai yang tinggal dikamar-kamar tidak ada

Untukmu selain kuburmu sebagai tempat tinggal

Sekarang engkau saling memperbanyak harta

Saling membanggakan dan berhias

Dan esok engkau akan kembali ke

Kuburan diberi wangian dan dikafani

Perbaharuilah taubat kepada Tuhanmu

Karena jalan itu yang masih mungkin

 

Khutbah kedua :

Wahai engkau yang lalai perhatikanlah! Perhatikanlah!

Siapa yang mengerjakan kejelekan akan dibalas dengannya

Hati-hatilah dari tidur yang melalaikanmu

Takutlah kepada Rabb yang dengan karunia-karunianya Ia menghiasimu

contohlah yang telah dipilih dan ikuti jalannya

dia adalah cahaya bagi siapa yang berjalan diatasnya

Percayalah kepada Tuhanmu dan jadilah hamba untukNya

Sesungguhnya hamba Allah di dunia adalah raja

Perbaharuilah pakaian yang telah lama

Dari zaman dengan maksiat-maksiat engkau disibukkan

Ambillah dari ketakwaan pakaian yang suci

Karena takwa adalah sebaik-baik yang dimiliki

Merendahlah! Tunduklah! Istiqamahlah! Dan sembahlah hanya kepadaNya!

Dengan ikhlas, maka akan dibuka pintu kebaikan untukmu

Menyelamlah kedalam lautan ampunan di tengah malam

Untuk Sang maha dermawan dengan karunia-karunia Ia memberimu

Katakanlah dengan merendah : wahai yang maha pengasih dan penyayang

Wahai yang menyelematkan dengan karunia bagi siapa yang telah binasa

Berilah kesucian, kemenangan, petunjuk

Kepada hamba yang penuh dosa yang telah memintaMu

aku berlindung menuju pintuMu maka jauhkanlah dari aku melihat

Seorang yang sengsara, padahal segala perkara dan pengaturan milikMu

Selamatkanlah kami dari segala musibah dan bencana

Pada hari hamba bertemu apa yang telah ditulis oleh para malaikat

Tutuplah dosa kami dan jangan engkau permalukan kami

Ya Tuhanku, ampunilah kepada yang telah berbuat buruk kepadaMu

Wahai yang memberi  ampunan mudahkanlah urusan kami

Tunaikanlah atas kami kepada makhluk dan kepadamu

Karuniakanlah  pemberian-pemberian dengan kedermawanan

Engkau Tuhan kami dan yang paling berhak memiliki

 

Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang kembali dan bertaubat kepadaMu, dan masukkanlah kami kedalam surga tanpa hisab dan adzab, dan bershalawatlah kepada Ahmad pemberi petunjuk, dan pemberi syafa’at bagi manusia semua…

 

Selesai. 

Penerjemah: Ust. Iqbal Gunawan, Lc

 

– – – – – – – – – –

Sumber: Firanda Andirja – www.firanda.com | Kamis, 3 Juli 2014

Print Friendly