Penderitaan Pendengki dan Pendendam

Khutbah Jum’at Masjid Nabawi 14-01-1436 H / 07-11-2014 M
Oleh: Syaikh Sholah Al-Budair hafizohulloh

 
Khutbah Pertama

Kaum Muslimin sekalian…

Tidaklah akan diliputi dengan rasa saling mencintai suatu kaum yang berkumpul di atas kedengkian…
Barangsiapa yang memendam permusuhan dan menanti-nanti waktu untuk membalas dendam maka ia akan hidup dengan tersiksa dan menderita…
Jadilah ia terbelenggu oleh kegelisahan…
Tidak ada yang merusak hubungan diantara manusia sebagaimana kerusakan yang dilakukan oleh kebencian yang terpendam…
Dialah dendam kesumat yang tersembunyi…, keburukan yang akan terkuak…perpisahan yang sangat nampak…
Menyebabkan rusaknya negeri…, mengurangi perbendaharaan harta…, menghancur-leburkan kedekatan…memutuskan tali persahabatan…memicu api peperangan…

إِنَّ الضَّغِيْنَةَ تَلْقَاهَا وَإِنْ قَدُمَتْ …  كَالْعَرِّ يَكْمُنُ حِيْناً ثُمَّ يَنْتَشِرُ

“Sesungguhnya rasa dendam, meskipun telah lama terpendam….
Engkau mendapatinya seperti penyakit kudisan yang reda sesaat lalu merambat…”
Begitu dekat berkembangnya…begitu cepat matangnya…begitu dekat…begitu cepat tersebar…
Peninggalan yang terburuk adalah dendam yang diteruskan oleh para ahli waris…, dendam kesumat yang memenuhi hati anak-anak…, lalu tertanamkan di dada-dada para cucu…lalu terpelihara selama-lamanya…

Dahulu dikatakan :

أَحْيَا الضَّغَائِنَ آباَءٌ لَنَا سَلَفُوْا … فَلَنْ تَبِيْدَ وَلِلآبَاءِ أَبْنَاءُ

“Dendam kesumat dihidupkan oleh ayah-ayah kita yang telah lalu….
Maka tidak akan sirna dendam tersebut karena para ayah tentu memiliki anak-anak…”

 
Barangsiapa yang kedengkian adalah benderanya…, membalas dendam adalah tujuannya…, melampiaskan kemarahan adalah tradisinya…maka akan reduplah sinarnya… akan jatuhlah bangunannya… rendahlah derajatnya…serta menyala-nyala dadanya (dengan api dendam dan amarah-pen)…

Barangsiapa yang meninggalkan kedengkian dan dendam kesumat maka ia akan hidup penuh keselamatan…akan menyatukan persahabatan… memperbanyak pendukungnya…, terjauhkan dari gejolak… dan aman dari kerusakan…

Kapan saja kedengkian dan kebencian serta permusuhan telah menguasai hati…, maka akan menyesatkan dan menyakitkan…akan sirnalah bersihnya hati…tumbuhlah kepedihannya…, berkesinambungan penderitaannya…sehingga sulit dan tidak bisa terobati….

          Diantara manusia, ada yang jika berselisih langsung menghajr…, jika bersengketa berbuat kefajiran…iapun mencaci maki lawan sengketanya…bertekad untuk membalasnya…iapun langsung menyakiti dan menyenangi permusuhan…

Dan washiat yang bermanfaat dan kata bijak yang mencakup adalah sabda pemimpin seluruh orang bijak shallallahu ‘alaihi wasallam

فمن أحبَّ أن يُزَحْزَحَ عن النار ، ويُدْخل الجنة ، فلتأته مَنِيَّتُهُ وهو مؤمن بالله واليوم الآخر ، وليأت إلى الناس الذي يحبُّ أن يؤتَى إليه

“Barangsiapa yang ingin untuk selamat dari neraka dan masuk ke dalam surga, maka hendaknya ajalnya mendatanginya dan ia dalam kondisi beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan ia bersikap kepada manusia dengan sikap yang suka diperlakukan kepadanya” (HR Muslim)

Yaitu ia bersikap kepada mereka dengan sikap yang ia suka jika mereka lakukan kepadanya. Dengan demikian maka teraturlah segala perkara…, hilanglah perselisihan dan saling menjauhi…serta hilanglah kedengkian dari dada-dada…

 
Wahai sang penyimpan dendam dan kedengkian yang terpendam…
Sikapmu ini tidaklah membuatmu menaiki ketinggian…tidaklah engkau membangun kemegahan…tidak pula engkau menempuh jalan yang lurus…serta kebahagiaan pun tidak kau raih…

وَدَعُوا الضَّغِيْنَةَ لاَ تَكُنْ مِنْ شَأْنِكُمْ ** إِنَّ الضَّغَائِنَ لِلْقَرَابَةِ تُوضَعُ

“Tinggalkanlah kedengkian…janganlah kedengkian menjadi kebiasaan kalian…! Sesungguhnya kedengkian terbuang demi kekerabatan…

واعْصُوا الَّذِي يُزْجِي النَّمَائِمُ بَيْنَكُمْ ** مُتْنَصِحاً ، ذَاكَ السِّمَامُ المُنقَعُ

Jangan turuti apa yang dihembuskan oleh para nammam (tukang mengadu domba) yang bergaya seperti pemberi nasehat…
Sesungguhnya dia adalah pembawa racun yang tertimbun…

يُزْجِي عَقَارِبَهُ لِيَبْعَثَ بَيْنَكُمْ ** حَرْباً كَمَا بَعَثَ العُرُوقَ الأَخْدَعُ

Ia melepaskan kalajengking-kalajengkingnya untuk mengobarkan peperangan diantara kalian…
Sebagaimana dua urat leher yang mengalirkan urat-urat ke seluruh tubuh…

أَبُنَيَّ لا تَكُ مَا حَيِيْتَ مُمَارِيًا …. وَدَعِ السَّفَاهَةَ إِنَّهَا لاَ تَنْفَعُ

Wahai putraku, janganlah engkau memenuhi hidupmu dengan pertengkaran…Tinggalkanlah kebodohan sesungguhnya ia tidak membawa manfaat…

لاَ تَحْمِلَنَّ ضَغِيْنَةً لِقَرَابَةٍ … إِنَّ الضَّغِيْنَةَ لِلْقَرَابَةِ تَقْطَعُ

Janganlah engkau memendam kedengkian terhadap kerabat…
Sesungguhnya kedengkian harus diputuskan demi kerabat…

لاَ تَحْسَبَنَّ الْحِلْمَ مِنْكَ مَذَلَّةً … إِنَّ الْحَلِيْمَ هُوَ الأَعَزُّ الأَمْنَعُ

Janganlah engkau mengira bahwa sikap hilm (sabar dan tidak membalas) adalah kerendahan…
Sungguh sifat hilm justru merupakan sifat yang termulia dan terkuat…

 
Jadilah dirimu selalu meninggalkan permusuhan….dan selalu memaafkan…
Balaslah kesalahan dengan kesabaran dan ketenangan…
Waspadalah…, jangan sampai engkau terpancing dan terprovokasi…dari orang-orang yang ingin agar engkau terjatuh dan tersungkur…

وَلا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (٣٤)

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (QS Fushhilat : 34)

Berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu, maka akan menjadikannya dekat…, kelembutan kepadanya menjadikannya membelok kepadamu.., dan sikap mudaaroot (lemah lembut) akan menjadikannya bersamamu…

وما قَتلَ السفاهة َ مثلُ حلمٍ … يَعودُ بهِ على الجَهْلِ الحليمُ

Dan tidak ada yang membunuh kebodohan seperti sifat “hilm” (sabar dan tidak membalas)…
Dimana orang yang halim terus bersikap sabar menghadapi kebodohan..

ولا تقطعْ أخاً لكَ عِنْدَ ذَنْبٍ … فإنّ الذنبَ يعفوهُ الكريمُ

Dan janganlah engkau memutuskan hubungan dengan saudaramu karena kesalahannya…
Karena kesalahan itu dimaafkan oleh orang yang mulia (karim)

Maka hendaknya saling lembut bukan saling menjauh…, saling bermuka manis bukan saling bertengkar…, saling mendekati bukan saling bermusuhan…, saling mendukung bukan saling bermusuhan…, saling lembut bukan saling keras-kerasan…

Dan dikatakan bahwa puncak dari adab adalah menyembunyikan kemarahan, dan diantara perkataan alami : al-hilm (sabar dan tidak membalas padahal mampu untuk membalas), dan al-‘afwu (memaafkan), dan as-shofh (berlapang dada), dan al-mannu (memberi kebaikan kepada orang lain), dan al-in’aam (menyuguhkan kenikmatan pada orang lain).

          Dan tidaklah menahan amarah, memaafkan orang yang berbuat jahat, memaafkan orang yang jahil, dan bersabar memikul hal yang dibenci…kecuali seorang yang mulia lagi terpandang, seorang yang sabar lagi cerdas, seorang alim lagi faqih.

Tidak akan langgeng keserasian jika disertai dengan kebencian dan benturan…, tidak akan tersisa saling menghargai jika disertai dengan kemarahan dan konflik…, tidak akan ada salam jika disertai dengan pembalasan dan dendam…

Barangsiapa yang selalu menuntut pembalasan maka akan habis waktunya…, akan bercerai berai saudara-saudaranya…akan ditinggal oleh para sahabatnya…

Barangsiapa yang selalu bermuka masam…sentuhannya kering…, memakai pakaian permusuhan…, enggan memaafkan…maka ia akan jatuh dan celaka…tersungkur dalam kerugian…

Menyerang…, berkata-kata kasar…, sengaja menyakiti…, merupakan langkah-langkah yang buruk…yang menyebabkan dada-dada menjadi panas…kemarahan bergejolak…menimbulkan kedengkian…dan memutuskan tali hubungan dan cinta kasih…

Maka tinggalkanlah itu semua dan waspadalah…

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا (٥٣)

Dan Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (QS Al-Isroo’ : 53)

Semoga Allah menjadikan aku dan kalian termasuk orang-orang yang memberi petunjuk dan mendapatkan petunjuk, semoga Allah menjaga kita dari keburukan syaitan-syaitan dan para pembuat makar (rencana jahat) serta kekejiannya para orang-orang yang hasad dan dengki…

 

Khutbah Kedua :

Kaum Muslimin, diantara manusia ada yang jika hendak meraih kedudukan dan ketinggian…, pangkat dan jabatan…, kekuasaan dan kepemimpinan serta ingin tampil…, maka iapun memusuhi rekan-rekannya…, iapun dengki kepada saudara-saudaranya…ia benci jika disebutkan keutamaan dan kebaikan mereka…ia suka jika keburukan dan cela mereka tersebar…jika nampak kesalahan-kesalahan mereka…, jika ia tidak menemukan kesalahan mereka,, tidak menemukan buktinya, maka iapun menuduh mereka dengan tuduhan bohong dan dusta…

Demi Allah…ini adalah perangi yang menjadikan rendah dan hina para lelaki…dengan perangai ini mereka menyerupai orang-orang rendahan…meniru-niru orang-orang yang terhina…, dengan perangai tersebut merekapun terjatuh di lumpur kehinaan, kerendahan, dan kesesatan…

حُبُّ الرِّئَاسَـةِ دَاءٌ يَحْلِقُ الدُّنْيَـا… وَيَجْعَلُ الْحَقَّ حَرْبًا لِلْمُحِبِّيْنَا

Kecintaan terhadap kepemimpinan adalah penyakit yang menggerogoti dunia…
Menjadikan kebenaran adalah memerangi orang-orang yang mencintai kita…

يَفْرِي الْحَلاَقِيْمَ وَالأَرْحَامَ يَقْطَعُهَا…. فَلاَ مُرُوْءَةَ تَبْقَى وَلاَ دِيْنَا

Kerongkongan ia potong dan tali silaturahmi ia putuskan…
Maka tidak ada lagi budi pekerti yang tersisa dan juga agama…

فَتَنَزَّهُوا عَنْ فِعْلِ الْحُسَّادِ وَذَوِي… الْأَحْقَادِ وَانْتَهُوا عَنِ الرَّدَى

Sucikanlah diri kalian dari perbuatan para penghasad dan para pendengki dan berhentilah kalian dari kehinaan…

وَلاَ تُؤْذُوا مِنَ الْخَلْقِ أَحَداً… وَكُفُّوْا عَنِ الشَّرِّ لِسَاناً وَيَداً

Dan janganlah kalian menyakiti seorang pun….
Dan tahanlah lisan dan tangan kalian dari keburukan

Penerjemah: Abu Abdil Muhsin Firanda

 

– – – – – – – – – –

Sumber: Firanda Andirja – www.firanda.com | Jumat, 7 November 2014

Print Friendly