Kiat Manajemen Waktu (2)

Bagaimana cara membagi waktu lagi? Adakah contoh menarik dari para ulama?

 

4- Memanfaatkan setiap detik waktu untuk kebaikan dan ibadah.

 

Coba lihat contoh para ulama di masa silam, mereka adalah orang-orang yang sangat memperhatikan waktu dengan baik.

Contoh-contohnya:

  • Salim Ar-Razi, seorang ulama Syafi’iyah pernah mengatakan, “Aku telah membaca satu juz kitab selama perjalananku.” Itu ia lakukan dalam perjalanan pergi dan pulang ke rumahnya.
  • Al-Hafizh Adz-Dzahabi ketika menjelaskan biografi Al-Khatib Al-Baghdadi, ia berkata, “Sudah biasa Al-Khatib itu berjalan dan ada satu juz kitab di tangannya untuk ia telaah.”
  • Anak dari Ibnu ‘Asakir pernah menceritakan tentang bapaknya, bahwa sejak 40 tahun ia selalu sibuk bersama kitab ilmu, mushaf Al-Qur’an yang ia baca dan ia pun sibuk menghafal.
  • Abul Wafa’ ‘Ali bin Aqil menyatakan abhwa ia sampai tidak ingin menyia-nyiakan satu detik dari umurnya. Jika ia tidak mengulang pelajaran, tidak pula memanfaatkan matanya untuk menelaah, ia berpikir di waktu rehatnya. … Subhanallah
  • Ibnul Qayyim berkata bahwa ia mengetahui sendiri ada ulama yang sakit, pusing atau sakit demam, saat itu kitab masih berada di sisi kepalanya. Jika sadar, ia membaca buku tersebut. Jika ia tak sadarkan diri, buku tersebut tergeletak.

 

5- Membuat jadwal belajar.

 

Jadwal ini begitu perlu agar bisa membagi dan memenej waktu dengan baik. Namun perinciannya dalam artikel selanjutnya insya Allah.

 

@ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 14 Jumadal Ula 1437 H

Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal

Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam

———-

Sumber: www.rumahsyo.com (Muhammad Abduh Tuasikal, MSc) | Feb 23, 2016

Print Friendly