Evaluasi dari Ramadhan yang telah Dilalui – Renungan Ramadhan

Renungan Ramadhan

Ilustrasi untuk evaluasi bahasa Inggris

Kita akan membuat pertanyaan, silahkan masing-masing kita mencari jawabannya.

Berapa lamakah kita pernah belajar bahasa Inggris?

Pasti kita akan menjawab sejak SMP sampai SMA kita pernah belajar bahasa Inggris. Berarti sudah pernah belajar kurang lebih selama 6 tahun.  Belum lagi jika melanjutkan ke kuliah, pasti di sana juga ada mata kuliah bahasa Inggris.

Kemudian, pertanyaan berikutnya.

Apakah kita sudah bisa bahasa Inggris dari hasil belajar selama 6 tahun tersebut?

Saya yakin jawaban kita pasti “belum bisa”. Buktinya, kalau mau tes TOEFL masih harus ikut les bahasa Inggris secara intensif untuk meraih nilai kelulusan.

Jadi, apa hasil belajar bahasa Inggris selama 6 tahun tersebut?

Jawabannya adalah, “lulus mata pelajaran saja, atau untuk lulus UNAS.”

Evaluasi Ramadhan

Sekarang mari kita bertanya kembali, namun berkaitan dengan Ramadhan.

Berapa kali bulan Ramadhan sudah kita lewati? Jawabannya pasti berbeda-beda sesuai dengan umur kita masing-masing.

Kalau kita sudah pernah melewati Ramadhan berkali-kali, bahkan lebih dari 5 kali, mari kita bertanya kembali,

Sudahkah kita raih hasil dari Ramadhan? yaitu predikat Taqwa dan ampunan Allah Ta’ala? Silahkan renungkan dan jawab masing-masing kita.

Bandingkan antara evaluasi bahasa Inggris dengan evaluasi Ramadhan

Bandingkanlah pengalaman Ramadhan yang telah dilewati dengan pengalaman belajar bahasa Inggris selama 6 tahun.

Mengapa kita belum bisa bahasa Inggris dari hasil belajar di sekolah? Sedangkan kita bisa berhasil bila belajar di kursus secara intensif?

Jawabannya adalah: “tujuan”.

Ketika belajar bahasa Inggris di sekolah, tidak ada tujuan yang mau dicapai kecuali hanya agar lulus saja dengan nilai yang secukupnya. Namun, ketika belajar intensif di kursus, tujuannya adalah agar mahir bahasa inggris dalam percakapan, bacaan maupun tulisan.

Berarti, tujuan atau yang biasa disebut visi sangatlah penting untuk ditentukan. Walaupun pekerjaan sama, namun dengan tujuan yang berbeda, akan berbeda pula hasilnya.

Begitu juga dengan Ramadhan. Allah Ta’ala sudah menunjukkan visi Ramadhan yaitu menjadi bertaqwa. Namun, kalau visi ini tidak terpatri dalam hati kita; tidak terfokus di depan mata kita, maka ramadhan akan berlalu begitu saja tanpa ada hasilnya. Kecuali hanya hasil lapar dan dahaga saja.

Rasulullah sudah pernah memperingatkan hasil yang tidak sesuai dengan tujuan utama Ramadhan, beliau bersabda:

Artinya: “Banyak orang yang berpuasa, namun tidak diperoleh hasil dari puasanya kecuali hanya rasa lapar saja” (HR. Ibnu Majah)

Dalam Hadis lain, Rasulullah pernah ditanya tentang seorang wanita yang rajin puasa dan sholat malam, namun mulut wanita itu sering menyakiti tetangganya. Rasulullah pun berkata bahwa tidak ada kebaikan pada wanita itu, ia akan masuk neraka” (HR. Ahmad)

Saudaraku kaum muslimin.

Nasehat ini untuk diri saya sendiri dan kita semua.

Walaupun kita merasa Ramadhan yang lalu sedikit hasil yang dapat kita peroleh, atau bahkan tidak berhasil  sama sekali. Bukan berarti sekarang kita menyerah. Masih ada kesempatan besar yang diberikan Allah Ta’ala. selama nafas masih di tenggorokan; selama hayat masih di kandung badan, berarti masih ada harapan untuk melakukan perubahan. Pastinya, ke arah yang lebih baik.

Hanya pada Allah Ta’ala kita mohon pertolongan dengan doa:

اللهم إعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

“Ya Allah, tolonglah aku agar rajin berzikir padaMu; agar menjadi orang yang bersyukur padaMu; dan tolonglah aku agar benar ibadahku padaMu

Aamiin

Penulis: ustadz Muhammad Yassir, Lc (Dosesn Tetap STDI Imam Syafi’i Jember)

. . -.

Dukung kami dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

———-

Sumber: www.pengusahamuslim.com – Senin,30 Juni 2014

Print Friendly