Menahan Diri dari Marah

Alloh ta’ala menghendaki seorang muslim memiliki akhlaq yang agung, bisa menahan amarah sampai akhirnya jiwanya tangguh bermanfaat bagi orang lain.

عن ابى هريرة رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ( ليس الشديد بالصرعة انما الشديد الذى يملك نفسه عند الغضب). البخارى ومسلم

Artinya:
Dari sahabat abu hurairah (semoga alloh meridhainya) Rosululloh sallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: orang yang kuat bukanlah dengan mengalahkan yang lain. Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah.(H.R bukhari dan muslim)

Mengenal yang meriwayatkan hadits :

Abdurrahman bin sohr al –dusie sahabat yang mulya penghafal hadits dan pakar fiqih,dia adalah sahabat yang sangat mencintai Rosulullah sangat wara’,sangat takut kepada Alloh baik dalam keadaan sembunyi atau terang terangan. Sahabat yang ahli ibadah puasa di siang harinya dan bangun dimalam hari. Dia berkata: “Aku membagi malam itu menjadi tiga waktu, sepertiga untuk sholat,sepertiga untuk tidur dan sepertiga untuk mengingat hadits”. Dia bermulazamah kepada Rosululloh selam selam 4 tahun. Dialah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits dari Rosululloh shallahu alaihi wasalam karena kesungguhannya didalam menuntut ilmu dan berkat doa Rosululloh kepadanya. Telah meriwayatkan dari Rosululloh sebanyak 5374 hadits. Beliau meninggal dimadinah tahun 57 hijriyah.

Kata Penting:

Yang bisa mengalahkan manusia –  الصرعة
Menahan diri – يملك نفسه

Petunjuk hadits : Sorang muslim hidup di bawah naungan prinsip-prinsip islam yang di bangun diatas keutamaan dan kemulyaan yaitu dengan senantiasa sabar ketika marah,menahan diri ketika terdhzolimi,inilah penjelasan nabi dam hadits diatas.

Pengertian Marah : Pergolakan jiwa yang menyimpan kekerasan dan dendam

Macam-macam marah :

Marah yang tercela

Sebab-sebabnya :
1) Sangat menginginkan harta dan kedudukan dengan cara yang tidak benar.apabila tidak mendapatkan yang dia mau dia akan marah
2) Sombong, merasa lebih tinggi dari yang lainnya dan merendahkan manusia.seperti orang kaya sombong yang sedang marah kepada orang faqir karena merasa lebih terhormat
3) Mengejek,mengolok-olok orang lain.seperti orang yang memarahi pekerjaan orang lain karena merasa pekerjaannya tidak sesuai
4) Berdebat,seperti dua orang yang sedang berdebat kemudian slah satunya marah

Marah yang terpuji: marah ketika ada yang melanggar keharaman Alloh dan hanya mengharap wajah Alloh dan untuk menolong agamanya.

Sebab-sebabnya :
1) Melampoi batas terhadap apa yang diharamkan agam.seperti mengungkapkan kaliamat kufur atau merendahkan ibadah.
2) Mencela seorang muslim atau mengurangi kehormatanya.
3) Mencela kedua orang tua baik dengan perkataan atau perbuatan.

Orang yang kuat sejati :
Sesungguhnya hakekat keimanan adalah yang menambah baik perilakunya mampu mengendalikan diri ketika marah. Kemampuan menahan diri ketika marah adalah kemampuan yang terpuji dan prinsip yang sangat mulya. Adapun pemarah itu adalah tanda lemahnya iman walaupun dia perkasa dan memiliki jasat yang sehat.yang demikian itu karena orang pemarah ketika mengeluarkan argument seperti halnya orang dungu.terkadang dia mencela pintu ketika tidak bisa dibuka,memecahkan alat yang ada ditangannya,melaknat kendaraannya ketika mogok,mencela angina yang mengenai wajahnya.maka dari itu Nabi Sholalloohu alaihi wasallam telah telah menegaskan bahwasannya orang yang kuat sejati adalah yang bisa menahan diri ketika marah, mengendalikan nafsu dan memaafkan ketika disakiti. Alloh ta’ala berfirman :

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S : al-imron:134)

Bahaya marah :

Marah adalah akhlaq dan karakter yang tercela. Marah adalah senjata mematikan yang apabila manusia tunduk pada siafat tersebut maka akan menjadikan pengaruh negative yang membahayakan pribadi dan masyarakat.

  • Bahaya marah terhadap pribadi seseorang

1) Mengurangi kesehatan badan dan menguras tenaga
2) Menghilangkan aqal manusia
3) Menimbulkan iri dan dengki
4) Merusah akhlaq seseorang

  • Bahaya marah terhadap masyarakat

1) Menimbulkan iri dan permusuhan antar manusia
2) Memutus hubungan manusia
3) Menyebabkan tersebarnya kejahatan di masyarakat
4) Menghancurkan rumahtangga dan anak-anak akan menjauh

Obat marah :

Sesungguhnya islam adalah agam yang menjunjung elemen dasar sosial di atas akhlaq yang terpuji.dan semua tidak akan tercapai kecuali apabila akal yang sehat bisa mengalahkan tabiat marah.islam telah membuat cara yang banyak untuk menghilangkan marah :

  1. Mengingat Alloh dan mengingat kejadian pada hari kiamat, karena yang demikian itu akan membangunkan hati dan menumbukan rasa takut kepada Alloh ta’ala.
  2. Berlindung kepada Alloh dari godan syetan yang terkutuk.
  3. Berwudhu,karena marah itu adalah pancaran api yang ada didalam hati dan menyebar panasnya ke dalam tubuh yang dapat melelehkan darah sehingga memanaskan jasad. Rosululloh sallallohu alaihi wasallm bersabda : sesungguhnya marah itu dari syaitan dan syaithan itu diciptakan dari api kemudian api itu bisa di padamkan dengan air, maka jika salah satu diantara kalian marah hendaknya dia berwudhu. (H.R Abu Daud).
  4. Merubah posisi ketika dia dalam keadaan marah.rosululloh bersabda “ jika diantara kalian marah sedangkan dia dalam keadaan berdiri hendaklah dia duduk,itu apabila sudah bisa menghilangkan amarahnya.apabila masih belum bisa meredam amarahnya maka dengan berbaring. (H.R.Ahmad).
  5. Senantiasa bersungguh-sungguh untuk melatih diri agar berhias dengan akhlaq yang mulya. Rosulloh bersabda : tidaklah ada seorang hamba Alloh yang bisa menahan amarahnya melainkan Alloh akan diberi rasa aman dan keimanan (H.R.Abu daud).

 Ikuti Kajiannya oleh Ustadz Syukron Habibie Hafidzahullah: https://www.youtube.com/watch?v=0aUid0e15g8

———-

Sumber: www.assunnah-qatar.com – Minggu,31 Januari 2016 @10:29

Print Friendly