KAMI TETAP RINDU DAKWAH TAUHID DAN MEMBERANTAS KESYIRIKAN!

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين أما بعد: 

Tahun 80an, 90an dan awal 2000an sebagian bahkan sebagian besar muslim mengenal manhaj salaf ini dengan dakwahnya kepada Tauhid dan dakwahnya mencegah kesyirikan.
Beberapa tahun belakangan ini, walhamdulillah…
manhaj salaf ini sudah dikenal masyarakat luas terutama di pelosok-pelosok daerah dari Indonesia.
Seiring dengannya kaum muslimin mulai mengisi hari-harinya dengan menghadiri majelis-majelis ilmu.
Sudah tidak aneh dan terasa capek lagi bagi mereka duduk 1-3 jam demi menghadiri majelis ilmu.
Walhamdulillah…


Saya menasehatkan kepada diri saya pribadi dan seluruh kaum muslimin, bahwa TERUSLAH SEBARKAN MANHAJ SALAF INI DENGAN DAKWAH TAUHID DAN MENCEGAH SYIRIK…
Berikanlah porsi Dakwah Tauhid dan mencegah syirik lebih besar dan lebih utama.
Mintalah kepada para ustadz untuk selalu mendakwah tauhid dan mencegah syirik dengan detil.
Dakwahkan Tauhid secara detil-detilnya…
Cegah syirik secara detil-detilnya…
Bukan hanya sekedar “TAUHIDKANLAH ALLAH DAN JAUHILAH SEGALA MACAM KESYIRIKAN”
tetapi jelaskanlah:
– Pengertian Tauhid dengan dalil
– Pembagian Tauhid dengan dalil
– pengertian dan masalah seputar ibadah yang erat kaitannya dengan tauhid.
– Bantahan terhadap syubhat seputar tauhid dengan dalil
– Pengertian Syirik dengan dalil
– Pembagian Syirik dengan dalil
– macam kesyirikan dengan dalil
– Bantahan Terhadap syubhat seputar syirik
– Pengetahuan tentang kelompok menyimpang dari tauhid dan lainnya.
KAUM MUSLIMIN HARUS TAHU ITU SEMUA…
WALLAHI, APA YANG KITA RASAKAN DENGAN TERSEBARNYA SUNNAH SEKARANG, TIDAK LAIN KECUALI BUAH HASIL DARI DAKWAH TAUHID!

LIHAT PERKATAAN PEJUANG DAKWAH TAUHID InsyaALLAH, SYAIKH IMAM AL ALBANI rahimahullah:
• فقد لبث نوح في قومه ألف سنة إلا خمسين عاماً يصرف وقته وجل اهتمامه للدعوة إلى التوحيد..
“Sungguh Nabi Nuh ‘alaihissalam, berada di tengah kaumnya selama 1000 tahun kurang 50 tahun menggunakan waktunya dan seluruh perhatiannya kepada dakwah tauhid…”
MasyaAllah…
• ويقتضي ذلك منا أن نبدأ بما بدأ به نبينا صلى الله عليه وسلم وهو إصلاح ما فسد من عقائد المسلمين أولاً..
“Dan Hal itu mengkonsekuensikan dari kita agar memulai dengan apa gang dimulai oleh Nabi kita, yaitu MEMPERBAIKI YANG RUSAK DARI AQIDAH KAUM MUSLIMIN PERTAMA KALI.” lihat Kitab At Tauhid Awwalan yaa du’atal Islam, hal. 5.

Kamis, 18 Rabiuts Tsani 1437H, Banjarmasin
Ahmad Zainuddin Al Banjary.

———-

Sumber: www.dakwahsunnah.com ( Ahmad Zainuddin ) | Senin, 09 Mei 2016 09:10

Print Friendly