Sihir dan Perdukunan

Secara bahasa, Sihir :ungkapan terhadap sesuatu yang tersembunyi dan tidak diketahui sebabnya.
Sihr artinya remang-remang. Kebanyakan datangnya malam hari menjelang pagi.
 
Istilah :  tidak bisa dibatasi secara gamblang, tetapi dijelaskan seperti jimat, rukyah (jampi)  dan bukhul, semuanya bisa mempengaruhi hati dan badan, bisa menyakitkan, bisa membunuh dan memisahkan antara suami dan istrinya. Dan ini haq, benar adanya.
Sihr juga bisa tipuan yang membalikkan mata manusia, seperti badan kebal, tongkat jadi ular,minim gotri atau pelor.

Allah Ta’ala berfirman dalam surat Albaqoroh ayat 102:
“Dan mereka mengikuti apa [1] yang dibaca oleh syaitan-syaitan [2] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat [3] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan:”Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir’. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarkan ayat (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di Akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]:102)

Penjelasan :
[1]. Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman ‘alaihi salam menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[2]. Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang shaleh seperti malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura shaleh seperti malaikat.
[3]. Berbacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri.

Tanda tandanya :
1. Enggan sholat
2. Sering melakukan kemaksiatan
3. Perilakunya aneh: seperti enggan tidur, tidak mau mandi, meminum darah haid atau ayam, dll.

Hadits Sahih :
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pernah disihir oleh seseorang dari bani Zuraiq yang bernama Labid bin al-Asham, sampai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salllam dibuat membayangkan seolah-olah beliau melakukan sesuatu padahal beliau tidak berbuat apa-apa. Sampai pada suatu hari atau pada suatu malam ketika beliau berada disisiku, akan tetapi beliau terus berdoa dan berdoa, kemudian beliau bersabda, Wahai Aisyah, apakah kamu tahu bahwa Allah telah memberikan jawaban kepadaku tentang apa yang aku tanyakan kepada-Nya tentangya(sihir, -ed)? Ada dua orang yang mendatangiku, satu diantaranya duduk didekat kepalaku dan yang satunya lagi berada didekat kakiku. Lalu salah seorang diantara keduanya berkata kepada temannya, Sakit apa orang ini?Disihir, sahut temannya. Siapa yang telah menyihirnya? Tanya temannya lagi. Temannya menjawab, Labid bin al-Asham. Dalam bentuk apa sihir itu? Dia menjawab, Pada sisir dan rontokan rambut ketika disisir, dan kulit mayang kurma jantan. Lalu, dimana semuanya itu berada? Tanya temannya. Dia menjawab, disumur Dzi Arwan. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi sumur itu bersama beberapa orang sahabat beliau. Lalu, beliau datang dan berkata, Wahai Aisyah, seakan-akan airnya berwarna merah seperti perasan daun pacar, dan seakan-akan kulit mayang kurmanya seperti kepala syaitan, Lalu kutanyakan, Wahai Rasulullah, tidakkah engkau meminta dikeluarkan? beliau menjawab, Allah telah menyembuhkanku, sehingga aku tidak ingin memberi pengaruh buruk kepada umat manusia dalam hal itu. Kemudian beliau memerintahkan untuk menimbunnya, maka semuanya pun ditimbun dengan segera. [  Diriwayatkan oleh al-Bukhari (X/222-Fat-h) dan Muslim dalam kitab as- Salaam bab as-Sihr (XIV/174-Nawawi) ]

Cara menghancurkan buhul:
Dibuka buhulnya dengan taawudz, disobek, dikuburkan dan jangan dibakar.
Hukum sihir: haram pada semua agama yang dibawa para Rasul.

Sihr yang terknal dari Yahudi, dan dilarang melihatnya. Karena berarti tidak menyelesihinya.

Kekafiran pelaku para ulama beda pendapat :
1. Kafir mutlak, sebagian besar para ulama salaf.
2. Dirincikan, Jika pelaku melakukan sihir harus beribadah kepada selain Alloh ta’aala, maka dia kafir. Jika tidak, maka tidak kafir.  Ini pendapat Imam syafi’i.

Hukuman bagi penyihir
Sihir yang ada pengaruhnya, maka dijatuhi hukuman had(dibunuh) , jika tidak maka dihukumi tahdzir.
Penjagaan dari sihir: menjaga diri dengan ketaatan, dan dzikir pagi petang.

Pengobatan :
membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa rukyah yang syar’i.
Dan menjaga ketaatan.
Mengambil 7 butir daun bidara, dibacakan ayat-ayat rukyah dan dipakai mandi.

Perdukunan

Adalah orang yang mengklaim mengetahui perkara ghoib dengan bantuan jin. Mereka menyangka itu adalah menyingkap karomah.
Tidak Beda dukun dan peramal: Orang pintar (peramal)  mengetahui barang yang dicuri dan bintang jatuh.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi dukun lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim no. 2230)
Dari Abu Hurairah dan Al Hasan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal kemudian membenarkan apa yang dia katakan, maka dia telah kafir terhadap apa (Al-Qur`an) yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Ahmad no. 9171)

Tathoyyur
Tathayyur atau thiyarah yaitu merasa bernasib sial karena sesuatu. Diambil dari kalimat: زَجَرَ الطَّيْرَ (menerbangkan burung).

Berikut ini beberapa contoh “At-Tathayyur” berdasarkan beberapa sebabnya:
1. Karena sesuatu yang dilihat
Misal: Seseorang melihat seekor burung, kemudian dia merasa dirinya akan mendapatkan kesialan karena (menurut anggapannya) burung tersebut membawa sial.
2. Karena sesuatu yang didengar
Misal: Seseorang telah berniat (melakukan) sebuah urusan, lalu dia mendengar seseorang mengatakan kepada orang lain (selain dirinya): “Hai si Rugi” atau “Wahai Orang Gagal”, kemudian dia merasa akan bernasib sial (mendapatkan kerugian atau kegagalan karena omongan orang tadi).
3. Karena sesuatu yang diketahui
Misal: Merasa sial dengan beberapa hari tertentu, bulan-bulan tertentu, atau tahun-tahun tertentu.
Contoh yang (ketiga) ini adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat dan tidak bisa didengar.

Ikuti Kajiannya di Youtube oleh Ustadz Syukron Habibie Hafidzahullah:

Semoga Allah Ta’ala menjauhkan diri kita dari hal-hal yang merusak Aqidah kita. Baarokallohufiikum.

———-

Sumber: www.assunnah-qatar.com – Minggu, 8 Mei 2016 @21:24

Print Friendly