Cara Mensyukuri Uang 100 Ribu (edisi Oktober)

Salah satu tulisan saya di situs pengusaha muslim yang cukup populer adalah tentang “Cara Mensyukuri Uang 100 Ribu edisi ….”. Di Bulan Oktober ini, meskipun agak bingung sedikit, saya mencoba memaksakan diri untuk menumpahkan beberapa hal-hal baik yang bisa membuat kita tambah bersyukur. Tentunya dengan uang 100 ribu. Apa lagi hal-hal baik yang saya maksud di sini?

1. Traktir teman

Bagaimana mungkin saya melupakan yang satu ini? Mentraktir teman sepertinya perkara remeh bukan? Kalau Anda adalah seorang yang sering melakukan hal ini, mentraktir teman mungkin bukanlah termasuk “amal soleh” di mata Anda. Tapi tahukah Anda, ada beberapa tipe orang di luar sana yang boleh jadi sangat menantikan “uluran” traktiran Anda. Kalau tidak percaya, datanglah ke beberapa teman Anda yang saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa atau pelajar – Yogyakarta gudangnya manusia tipe ini – pada tanggal-tanggal tua, antara 25 – 31, lalu ajaklah ia makan bersama. Tempat Anda mentraktir nantinya tidaklah perlu sekelas Pizza Hut, Starbucks, atau McDonald yang bisa memaksa Anda untuk mengeluarkan 50 ribu rupiah lebih per kepala untuk sekali makan. No … no .. no .. jangan di situ.

Dengan uang 100 ribu, saya sarankan Anda untuk mengajaknya ke warung sederhana yang menyediakan paket nasi telur + es teh manis dengan harga 5 ribu rupiah per porsi. Apa? Hanya 5 ribu/porsi. Yoa, tepat sekali. Tapi untuk membedakannya dengan traktiran biasa, usahakan Anda ulangi praktik jenaka ini sebanyak 20 kali. Kenapa 20 kali? Karena seratus ribu dibagi lima ribu sama dengan dua puluh (100 : 5 = 20). Oleh karena itulah, kalau Anda mampu menemukan tempat makan seperti itu, Anda bisa membahagiakan seorang teman yang mungkin sekali sedang kejang-kejang menunggu uang kiriman dari orang tuanya selama enam hari (3 x 6 hari = 18 kali traktir) berturut-turut. Tentu dengan asumsi bahwa setiap harinya teman Anda tadi membutuhkan tiga piring nasi beserta lauk pauknya. Oh ya, kalau masih ada kelebihan 10 ribu, Anda bisa memanfaatkannya untuk mentraktir teman Anda di hari ketujuh sebanyak dua kali traktiran. Gampang bukan?

Nah lho, asyik bukan? Anda sudah menolong dengan uang yang terbilang kecil. Tapi dengan gaya tentunya. Coba deh …

2. Sodaqoh Dapat Majalah

Selain mentraktir teman, insyaallah uang 100 ribu Anda juga bisa jadi berkah dengan cara berikut; datangilah Pondok Pesantren Hidayatullah di kota Anda, lalu belilah Majalah Suara Hidayatullah di dalamnya. Tapi alih-alih membayar dengan uang 25 ribuan (banderol harga majalah), saya sarankan Anda langsung saja menebus satu eksemplar majalah tersebut dengan uang 100 ribu tadi. Jangan lupa berpesan kepada si penerima uang tadi bahwa kelebihan uang yang masih ada di dalam transaksi pembelian akan Anda niatkan untuk membantu operasional pondok yang biasanya dipenuhi oleh hamba-hamba Allah yang berstatus yatim, piatu, atau yatim piatu. Anda dapat majalah, dapat ilmunya, sekalian sedekahnya. Pokoknya borong amal soleh deh! Asyik bukan?!

Lalu kenapa bersedekah untuk Pondok Pesantren ini? Karena mereka memang membutuhkannya. Pernah suatu waktu saya berdiskusi secara empat mata dengan salah seorang pengurus Ponpes Hidayatullah yang ada di Gorontalo. Dalam percapakapan tersebut, si pengurus bercerita bahwa Ponpes Hidayatullah memang masih mengandalkan sumbangan donatur untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya yang di dalamnya mencakup pemenuhan salah satu kebutuhan mendasar para penghuni ponpes tersebut, yakni konsumsi untuk para santri yang umumnya berstatus anak-anak tidak mampu. Dari situ kita boleh berprasangka baik bahwa kalaulah ada kelebihan uang dari hasil transaksi majalah, maka ada kemungkinan kelebihan tersebut akan diserahkan kembali kepada anak-anak yang sangat dijunjung tinggi oleh Allah dalam firmannya. Tidak percaya? Pencarian menggunakan kata “yatim” akan mengeluarkan 22 ayat yang berkaitan. Kalau Allah sudah menyinggung sesuatu di kitab sucinya sampai 22 kali, kemungkinan besar sesuatu itu memang spesial.

3. Beli …..

Beli apa hayo? Tahukah Anda, sudah beberapa bulan ini saya selalu menganjurkan Anda untuk sedekah dan sedekah di dalam tulisan saya yang berjudul “Cara Mensyukuri Uang 100 Ribu ….”. Di beberapa bulan mendatang, saya akan mencoba untuk membuat beberapa tipe “sedekah” yang berbeda dari biasanya. Dan saya harap Anda pun akan semangat dan tertarik dengannya. Semoga saja Anda tetap penasaran. Amin.

———-

Sumber: www.pengusahamuslim.com – Rabu,31 Oktober 2012

Print Friendly