Menjadi Ahlul Quran; Meraih Hidup yang Lebih Bermakna dengan Mempelajari Wasiat-Nya

Definisi Al Qur’an

Al Qur’an adalah kalam Allah Ta’ālā yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam, melalui perantara Jibril, dengan lafadz Bahasa Arab, merupakan mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam yang disampaikan secara mutawatir dan membacanya adalah ibadah, diawali dengan surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan An-Nas.

1. Al Qur’an sebagai Firman Allah Jalla Jalaaluhu

Al Qur’an adalah kalamullah, firman Allah Ta’ālā. Ia bukanlah kata-kata manusia, bukan pula kata-kata jin, syaithan atau malaikat. Ia sama sekali bukan berasal dari pikiran makhluk, bukan syair, bukan sihir, bukan hasil pemikiran filsafat manusia.

 وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ

ƒ“Dan Tiadalah yang diucapkannya itu (Alquran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4)

Telah berkata Ar-Rabi’: Aku mendengar Asy-Syafi’i –rahimahullāhu ta’ālā– berkata: ‘Al Qur’an itu adalah Kalamullah ‘Azza wa Jalla, bukan makhluk, barangsiapa yang mengatakan bahwasanya ia adalah makhluk, maka ia telah kafir.’” (Asy-Syari’ah oleh Al-Imam Al-Ajurri hal. 59, Maktabah Al-Misykah)

2. Al Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam

Al Qur’an itu diturunkan khusus kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam , dan berbeda dengan hadits Qudsi karena Al Qur’an itu lafazh dan maknanya berasal dari Allah Ta’ālā, sementara lafazh hadist Qudsi berasal dari Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam tetapi maknanya dari Allah Ta’ālā.

3. Al Qur’an diturunkan melalui perantara Jibril.

Asal mulanya turun Al Qur’an pada bulan Ramadhan dengan diturunkan secara berangsur-angsur serta terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6666 ayat.

4. Mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam

Mukjizat adalah perkara luar biasa, yang tidak akan mampu manusia membuatnya karena hal tersebut di luar kesanggupannya. Tujuan mukjizat dianugerahkan kepada nabi dan rasul adalah untuk menguatkan kenabian serta menjadi bukti bahwa agama yang dibawa oleh mereka benar-benar dari Allah Jalla Jalaaluhu.

Al Qur’an merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam. Di antara kemukjizatannya itu terletak pada fashahah dan balaghahnya, keindahan susunan dan gaya bahasanya yang tidak ada tantangannya.

5. Membaca Al Qur’an adalah ibadah

MembacaAl Qur’an itu investasi yang sangat menguntungkan karena satu hurufnya diganjar dengan 1 kebaikan dan dilipatkan menjadi 10 kebaikan.

Abdullah bin Mas’ud –radhiyallāhu ‘anhu– berkata: “Rasulullaah Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda: ‘Siapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.’ (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, No. 6469).

6. Al Qur’an disampaikan secara mutawatir

Al Qur’an disampaikan secara mutawatir (diriwayatkan banyak orang) sehingga terpelihara keasliannya.

  إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al Hijr:9)

—————————————————————————

Faedah kajian bersama Ustadzah Azizah Ummu Yasir di Masjid Agung Syuhada, 13 Dzulhijjah 1436 H / 27-09-2015

Penyusun: Pipit Aprilianti

———–

Sumber: www.muslimah.or.id | Selasa, 8 Desember 2015

Print Friendly