Tips Aplikatif : Cara Menangani Luka Bakar di Rumah

Luka bakar dalam kecelakaan rumah tangga bisa terjadi karena tersiram air panas, minyak panas, uap gas elpiji, sengatan listrik, terbakar api, dan sebagainya.

Bila berbicara tentang luka bakar, maka hal ini berkaitan dengan kulit kita. Kulit kita secara garis besar terbagi atas 3 lapisan:
1. Lapisan epidermis.
2. Lapisan dermis.
3. Lapisan hipodermis

Lapisan-lapisan ini nanti akan menentukan derajat keparahan luka bakar.

Bagaimana penanganan-pertama bila terkena luka bakar?

Pertama: Derajat ringan (lapisan yang terkena hanya epidermis)

Tanda: Kulit yang terkena berwarna kemerahan, tidak ada lepuhan, dan tidak ada jaringan kulit yang terbuka.

Pertolongan pertama:

  1. Guyur bagian yang terkena luka bakar dengan air mengalir kira-kira 10 menit.
  2. Kompres dengan air dingin (bukan air es).
  3. Setelah rasa nyeri berkurang, oleskan salep khusus luka bakar.

Kedua: Derajat ke-2 (lapisan yang terkena sampai bagian dermis)

Tanda: Ada pelepuhan tapi tidak ada kulit yang terbuka.

Pertolongan pertama:

  1. Guyur dengan air seperti pada langkah penanganan “luka bakar derajat ringan”.
  2. Ingat, jangan tusuk lepuhan!
  3. Tutup luka dengan kain tidak berserat atau – jika ada – kassa steril.
  4. Bawa ke dokter.

Ketiga: Derajat ke-3 (luka terbuka)

  • Kadang luka terjadi sampai jaringan otot dan tulang.
  • Biasanya luka-bakar-berat disebabkan oleh paparan api.
  • Pertolongan: Jangan diapa-apakan, segera bawa ke rumah sakit!

Demikian tulisan ringkas mengenai penanganan luka-bakar di rumah. Semoga bermanfaat.

Penulis: dr. Reni A. (Ummu Hamaam)

Artikel Muslimah.Or.Id

———–

Sumber: www.muslimah.or.id | Minggu,26 Januari 2014

Print Friendly