Hizbut Tahrir itu Syiah?

Hizbut Tahrir itu Syiah?

Apa itu Hizbut Tahrir? Apa hizbut tahrir itu pro syiah, krn kemarin ada tulisan di buletin mereka yang menyalahkan pemerintah negara-negara teluk karena menyerang Yaman. Mereka menyebut para negara teluk membunuh kaum muslimin dan bukan memerangi musuh.

Jawab:

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah,

Untuk menilai aqidah dan prinsip sebuah gerakan, kita bisa memperhatikan pernyataan para tokoh pusat pergerakan itu. Terutama tokoh internasional. Karena pernyataan mereka kita anggap paling mewakili aqidah gerakan itu.

Hizbut Tahrir (HT) termasuk gerakan internasional. Organisasi ini didirikan oleh Taqiyuddin an-Nabhani di kota Quds Palestina, sekitar tahun 1953. Sebagian besar pengikutnya ada di Lebanon, Palestina, dan asia timur.

Mereka memiliki majalah untuk menyalurkan aspirasinya, bernama al-Wa’i. Al-Wa’i pusat berbahasa arab dan selainnya edisi yang disesuaikan masing-masing negara. Di Indonesia ada juga majalah al-Wa’i berbahasa Indonesia. Sehingga majalah ini bisa kita anggap mewakili prinsip agama dan aqidah mereka.

Hizbut Tahrir karena terlalu menggebu-gebu dengan yang namanya khilafah, hingga mereka melupakan masalah paling esensial dalam agama, yaitu menegakkan tauhid dan anti kekufuran. Sehingga tega untuk memberikan loyalitasnya terhadap tokoh kesyirikan dan kekufuran, semacam Khomaini.

Dalam majalah al-Wa’i dinyatakan,

أهم عمل سياسي قام به الإمام الخميني هو تأليفه كتاب {الحكومة الأسلامية} وملاحقته هذا الأمر حتى ألف الحكومة نفسها… وقد أطلق الخميني شعار: لا شرقية ولا غربية بل اسلامية… وهذا لا يعني أن الخميني لم تكن له أخطاء ولكن ليس الآن وقتها

Wujud upaya politik paling berharga yang dilakukan Khomaini adalah menulis kitab al-Hukumah al-Islamiyah, dan semua yang terkait dengannya hingga dia bisa membentuk pemerintahan… Khomaini telah menyebarkan satu syiar, la syarqiyah wa la gharbiyah bal islamiyah(tidak blok timur tidak blok barat, tapi islam). Ini bukan berarti Khomaini tidak memiliki kesalahan, namun tidak sekarang waktunya. (Majalah al-Wa’i, edisi 26 tahun ketiga, 1989)

Anda bisa menilai sendiri. HT begitu bangga dengan karya Khomaini, sekalipun kita tidak mengklaim mereka mengkultuskan Khomaini. Padahal di buku al-Hukumah al-Islamiyah, Khomaini dengan terang-terangan mengatakan, Imam 12 Syiah lebih afdhal dari pada Malaikat, lebih mulia dibandingkan para nabi dan rasul. Bukankah ini aqidah kekufuran??

Sekalipun kami sangat yakin, HT tidak akan pernah sepakat dengan aqidah itu. Namun pujian terhadap buku ini menunjukkan betapa HT sangat tidak perhatian dengan yang namanya aqidah.

Karena semangat penegakan khilafah – yang hingga kini hanya bisa diteriakkan saja – menuntut mereka untuk mengajak umat menyatukan suara, terlepas dari semua perbedaan aqidah dan prinsip beragama. Karena itulah, bagi HT, pemisahan syiah dan sunni hanyalah karena latar belakang kebencian terhadap islam, yang seharusnya ditiadakan dan diperangi.

Dalam Majalah al-Wa’i dinyatakan,

وأمّا ما يثار من تفريق أو تمزيق بين سني وشيعي فإنّ وراءه قوى حاقدة على الإسلام يقف الحزب ضدها ويحاربها بكل ما يستطيع

Upaya untuk memisahkan dan memcah belah antara Sunni dan Syiah, di belakangnya didukung kebencian yang kuat terhadap islam, di mana Hizbut Tahrir mengambil sikap sebaliknya dan memerangi pemisahan ini semampunya. (Majalah al-Wa’i, edisi 75, 1993)

HT tidak merasa peduli dengan penyimpangan sekte syiah yang jelas di depan mata adalah kekufuran. Menyatukan sunni dan syiah, sama halnya menggabungkan antara agama tauhid dengan agama kekufuran.

HT bukan Syiah

Sekalipun demikian, kita tidak boleh menegaskan HT adalah syiah. Beberapa kali jubir mereka di Indonesia menganggap HTI itu sunni, bukan syiah. Hanya saja, karena kebencian mereka yang sangat mendalam terhadap Saudi dan negara-negara teluk, HTI akan selalu menyalahkan kebijakan negara islam itu, sekalipun telah didukung oleh banyak negara ahlus sunah, seperti Turki, Malaysia, Pakistan dan yang lainnya.

Sementara mereka menyebut Saudi menyerang kaum muslimin Yaman, padahal itu syiah, sekali lagi, ini menjadi bukti karena mereka sangat tidak perhatian dengan aqidah dan buta dengan realita siapakah Houthi yang sebenarnya.

Allahu a’lam


———-
Sumber: Kisah Muslim – www.kisahmuslim.com / Selasa,14 April 2015

Print Friendly