Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus adalah kondisi sel-sel tubuh yang tidak bisa menyerap cukup glukosa gula (sumber utama energi tubuh) dari darah, akibat kurangnya homron insulin yang biasa diproduksi oleh prankeas. Bila insulin kurang, glukosa akan menumpuk di darah dan urin. Sel-sel harus menggunakan lemak sebagai sumber energi, bukannya glukosa, yang akan menuju ke penumpukan produk sampingan yang beracun. Semua perubahan kimiawi ini menyebabkan gejala diabetes: mudah haus, sering buang air kecil, dan berat badan turun.

Diabetes mellitus diidap oleh sekitar 3 dari setiap 100 orang. Begitu timbul, diabetes menjadi kondisi seumur hidup.

Ada dua bentuk kelainan ini:

  • Pada diabetes tipe pertama, prankeas memproduksi terlalu sedikit insulin atau tidak asma sekali. Bentuk ini biasanya muncul tiba-tiba pada usia kanak-kanak atau remaja dan menyebabkan berat badan merosot dramatis.
  • Pada diabetes tipe kedua, pankreas tetap memproduksi insulin namun ditolak oleh sel tubuh. Jenis ini 10 kali lebih umum daripada tipe pertama, biasanya timbul pada usia di atas 40 tahun, terutama pada mereka yang mengalami kegemukan. Tipe ini berkembang berangsur dan gejalanya bisa berlangsung selama bertahun-tahun tanpa disadari.

Komplikasi diabetes

Tingginya tingkat gula darah dalam jangka panjang bisa merusakkan pembuluh darah di seluruh tubuh dan berakibat pada mata, ginjal, jantung, dan sistem saraf. Penanganan ditujukan untuk menjaga tingkat gula darah berada di level yang senormal mungkin, untuk menunda timbulnya komplikasi.

Penanganan diabetes

Semua pengidap diabetes perlu memakan makanan kaya karbohidrat-kompleks (seperti: roti, pasta, dan kacang-kacangan) serta rendah-lemak (terutama lemak hewani). Menjaga kesegaran jasmani juga termasuk bagian dari penanganan. Sebagai tambahan, para pengidap diabetes tipe pertama membutuhkan perawatan seumur hidup dengan suntikan insulin untuk mengganti hormon yang hilang. Penyuntikan bisa dilakukan sendiri beberapa kali sehari dan dosisinya harus diukur cermat sebanding dengan makanan yang ditelan.

Pemantauan tingkat gula-darah secara berkala diperlukan untuk menjamin efektifnya penanganan. Pengidap diabetes tipe kedua bisa mengontrol diabetes mereka sekadar dengan menjaga kesehatan fisik dan ketat menjalani diet yang benar, namun kebanyakan perlu mendapat obat oral dan beberapa di antaranya memerlukan suntikan insulin.

Pengidap diabetes harus memeriksakan diri ke dokter setiap beberapa bulan agar bisa mengukur tingkat gula-darahnya serta mendeteksi dan merawat setiap komplikasi penyakit pada tahap dini.

 

Sumber: Dokter di Rumah Anda. 2009. Editor: Dr, Tony Smith dan Dr. Sue Davidson. Jakarta: Dian Rakyat.

Disertai sedikit pengeditan oleh Redaksi Muslimah.Or.Id.

Artikel Muslimah.Or.Id

———–

Sumber: www.muslimah.or.id | Minggu,19 Januari 2014

Print Friendly