Adzab Kubur Penghapus Dosa ?

ADZAB KUBUR PENGHAPUS DOSA ?

Pertanyaan.
Soal: Apakah Adzab kubur termasuk salah satu penghapus dosa ? Jika ya, apakah untuk semua dosa selain syirik, sebagian dosa ataukah sesuai dengan kehendak Allah Azza wa Jalla ? Syukran. – 08527XXXXX

Jawaban.
Terkait dengan adzab kubur, manusia terbagi menjadi tiga kelompok :

Pertama, orang yang selamat dari adzab kubur, yaitu orang Mukmin yang menyempurnakan keimanan dan ketakwaannya. Allah Azza wa Jalla berfirman :

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.[al-An`âm/6:82]

Mereka akan diberi kemudahan dalam menjawab pertanyaan malaikat. Kuburan mereka akan diterangi dan mereka akan diperlihatkan surga dan tempat tinggal mereka di surga, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits-hadits yang shahîh.

Kedua: Adzab kubur bagi orang kafir atau orang yang musyrik adalah selamanya dan ia akan kekal di neraka. Mereka selamanya tidak akan mendapat pengampunan dan pertolongan. Allah Azza wa Jalla berfirman:

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” [al-Mukmin/40:46]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa’at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. [al-Baqarah /2:48]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar [an-Nisâ`/4:48]

Ketiga :Adzab kubur yang menimpa orang-orang beriman yang berbuat maksiat. Adzab yang mereka dapatkan sesuai dengan dosa mereka dan akan terputus sesuai dengan kadar dosanya. Adzab kubur yang menimpa orang-orang beriman akan berkurang atau bahkan ditiadakan dengan sebab doa orang-orang yang beriman atau kemurahan dari Allah Azza wa Jalla.

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعاَ ِلأَبِيْ سَلَمَةَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ ِلأَبِي سَلَمَةَ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّينَ وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ

Dari Umi Salamah Bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa untuk Abi Salamah ketika wafat: Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, dan tinggikanlah derajatnya di Mahdiyin, luaskanlah dan terangilah kuburannya, serta mudah-mudahan diikuti dengan baik oleh keturunannya. [HR Muslim]

Dari ‘Utsman bin Affân Radhiyallahu anhu : “Apabila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai menguburkan mayat, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di atas kuburan seraya bersabda : “Mintakanlah ampunan dan ketenangan bagi saudaramu, karena saat ini, ia akan ditanya (oleh Munkar dan Nakir-pent). [HR Abu Dâwud]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya kuburan-kuburan ini dipenuhi oleh kegelapan, dan Allah menerangi kuburan-kuburan itu dengan doaku atas mereka.” [HR Muslim]

Dan setiap ‘Uqûbah (siksa) yang ditimpakan oleh Allah Azza wa Jalla kepada seorang Muslim karena dosanya, maka itu akan meringankan adzab di neraka atau bahkan membebaskannya dari api neraka, namun itu semu berada di bawah kehendak Allah Azza wa Jalla . Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَافِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hambanya, maka Allah akan mempercepat baginya siksa di dunia, dan apabila Allah menghendaki kejelekan hambanya, maka Allah akan menangguhkan siksa-Nya sehingga ditangguhkan sampai hari kiamat. [at-Tirmidzi]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06-07/Tahun XIII/1430/2009M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

——

Sumber: www.almanhaj.or.id | 10 Agustus 2007

Print Friendly