Agungkan Allah Niscaya Anda Tidak Pernah sekalipun Mensyirikkan-Nya

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Kawanku Pembaca Seiman…
Saya mohon dari waktu Anda sedikit saja, untuk memperhatikan dengan serius dan cermat ayat-ayat Firman Allah Ta’ala yang mulia di bawah ini.
Dan cara memperhatikannya dengan serius dan cermat, melalui beberapa tahapan seperti yang saya tunjukkan di bawah ini:
Pertama: Baca ayat pertama sampai terakhir beserta artinya:

{ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَامٌ عَلَى عِبَادِهِ الَّذِينَ اصْطَفَى آللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ (59)

Artinya: “Katakanlah: “Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya.  Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?”

أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ (60)

Artinya: “Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).”

أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (61)

Artinya: “Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.”

أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ (62)

Artinya: “Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi?  Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).”

أَمَّنْ يَهْدِيكُمْ فِي ظُلُمَاتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَنْ يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ تَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ (63)

Artinya: “Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan siapa (pula) kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).”

أَمَّنْ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَمَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (64)} [النمل: 59 – 64]

Artinya: “Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?. Katakanlah: “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar”. QS. An Naml: 59-64.

Kedua: Perhatikan akhir ayat yang ke 59 dan artinya, bukankah Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?”
Disini kita dapati Allah bertanya tetapi dalam bentuk menantang, mana yang lebih baik, diri-Nya atau sembahan selain-Nya.

Ketiga: Perhatikan ayat yang ke 60, disini kita dapati Allah Ta’ala ingin menunjukkan bahwa, apakah Allah Ta’ala yang menciptakan langit dan bumi, menurunkan hujan, menumbuhkan pohon-pohon dengannya, sama dengan sembahan lain yang tidak kuasa akan semua itu, tentu tidak sama!!! Lalu KENAPA MASIH ADA YANG MENJADIKAN SEKUTU BAGI ALLAH!!

Dan ingat kawanku pembaca seiman…!
Sungguh penciptaan langit dan bumi lebih besar dibandingkan penciptaan manusia, padahal penciptaan manusia saja sudah terlalu sempurna, yang menunjukkan Kekuasaan yang sangat besar yang Allah Ta’ala miliki.

Keempat:  Perhatikan ayat yang ke 61, disini kita dapati Allah Ta’ala ingin menjelaskan bahwa, Apakah Allah Ta’ala yang menjadikan bumi diam, menjadikan sungai-sungai, gunung-gunung sebagai pasak dan menjadikan pemisah antara air laut dengan dengan air sungai, apakah sama dengan sembahan lain yang tidak kuasa akan semua itu , tentu tidak sama! LALU KENAPA KEBANYAKAN MANUSIA MASIH TIDAK MENGETAHUI BAHWA MEREKA TIDAK PERLU BERIBADAH KEPADA ALLAH TA’ALA TETAPI JUGA BERIBADAH KEPADA SELAIN-NYA! CUKUP HANYA ALLAH TA’ALA SEMATA, SATU-SATU-NYA!

Dan ingat kawanku pembaca seiman!
Menjadikan bumi seluas ini diam sehingga nyaman bagi saya, Anda dan seluruh manusia untuk hidup di bumi ini adalh menunjukkan kekuasaan-Nya yang begitu besar, bias dibayangkan jika bumi ini bergerak, maka seluruh aktifitas kehidupan kita pastinya terganggu! Subhanallah Al ‘Azhim!

Kelima: perhatikan ayat yang ke 62, disini kita dapati Allah Ta’ala ingin menjelaskan bahwa, Apakah Allah Ta’ala Yang menjawab permintaan orang yang dalam kesulitan dan menjadikan manusia sebagai penghuni yang bergantian di bumi, sama dengan sembahan lain yang tidak kuasa akan semua itu, tentu tidak sama!!! LALU KENAPA KEBANYAKAN MANUSIA, SEDIKIT SAJA YANG INGAT BAHWA ALLAH TA’ALA LAH YANG MEMBERIKAN PERTUNJUKKAN KEPADA JALAN YANG LURUS!

Dan ingat kawanku pembaca seiman!
Berapa banyak di bumi ini perdetiknya orang-orang dalam kesempitan dan kesulitan yang  memohon, meminta agar kesempitan, kesulitan, keperluan mereka di kabulkan, lalu berapakah jika dihitung perhari, sungguh hal ini menunjukkan kekuasaannya Allah Ta’ala, Subhanallah Al ‘Azhim!

Keenam: perhatikan ayat yang ke 63, disini kita dapati Allah Ta’ala ingin bahwa, Apakah Allah Ta’ala Yang menciptakan bintang-bintang sebagai tanda untuk perjalanan di lautan dan di bumi pada siang dan malam, serta Allah Ta’ala Yang mengutus angin kemudian terjadi pengumpulan awan sehingga turun hujan yang meruapakan rahmat bagi kita semua, apakah sama dengan sembahan lain yang tidak kuasa akan semua itu, tentu tidak sama!!! LALU KENAPA KEBANYAKAN MANUSIA MASIH MENYAMAKAN SELAIN ALLAH DENGAN ALLAH TA’ALA DALAM PERKARA YANG KHUSUS MILIK ALLAH TA’ALA SEMATA, SEPERTI PERIBADATAN DAN KEKUASAAN, PENGATURAN SERTA PENCIPTAAN!

Dan ingat kawanku pembaca seiman!
Barapa banyak bintang yang Allah Ta’ala ciptakan, berapa kuat angin yang Allah hembuskan sehingga menjadi hujan, berapa liter air yang Allah Ta’ala turunkan untuk menghujani bumi, dan lebih luar biasa lagi, tidak semua yang diturunkan hujan hanya yang membutuhkan sesuai dengan ilmu-Nya, Subhanallah Al ‘Azhim.

Ketujuh: Perhatikan ayat yang ke 64, disini kita dapati Allah Ta’ala ingin bahwa, Apakah Allah Ta’ala Yang menciptakan makhluk lalu mematikannya kemudian menghidupkannya kembali dan Allah Ta’ala Yang memberikan rezeki, penghidupan kepada seluruh makhluk, berupa makanan pokok, buah-buah yang bermacam-maacam, apakah sama dengan sembahan lain yang tidak kuasa akan semua itu, tentu tidak sama!!! KALAU KALIAN BENAR, BAHWA ADA SEMBAHAN YANG BERHAK DISEMBAH SELAIN ALLAH, MAKA COBA BUKTIKAN, DENGAN MENUNJUKKAN KEKUASAAN MEREKA!

Dan ingat kawanku pembaca seiman…!
Ketika Allah menciptakan kita dari tidak ada menjadi ada ini lebih sulit dibandingkan Allah menghidupkan kembali yang asalnya sudah ada, perhatikan juga, betapa banyak jenis makhluk yang seluruhnya atas jaminan Allah rezeki mereka dan yang lebih luar biasa lagi adalah semuanya mendapatkan makanan dan rezeki dari Allah Ta’ala tidak ketinggalan satupun dan itu sesuai dan cocok dengan mereka! Subhanallah Al ‘Azhim.! (Seluruh tulisan ini diringkas bebas dari kitab Tafsir Al Quran Al Azhim, karya Ibnu Katsir rahimahullah ketika beliau menafsirkan ayat-ayat mulia di atas)

Kawanku Pembaca Seiman….
AGUNGKAN ALLAH NISCAYA ANDA TIDAK AKAN PERNAH SEKALIPUN MENSYRIKKAN-NYA!!!
Semoga bermanfaat.

Ahmad Zainuddin
Rabu, 14 Sya’ban 1433H, Dammam KSA.

———-

Sumber: www.dakwahsunnah.com ( Ahmad Zainuddin ) | Rabu, 04 Juli 2012 08:39

Print Friendly