Jual Beli Anjing, Jual Beli Minuman Keras

JUAL BELI ANJING

Pertanyaan.
Bagaimana hukum jual beli anjing penjaga yang memiliki keistimewaan tersendiri?

Jawaban.
Anjing tidak boleh diperjualbelikan dan hasil penjualannya tidak halal, baik anjing penjaga, pemburu, maupun yang lainnya; berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abu Mas’ud Uqbah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu, ia berkata :

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ n عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَمَهْرِ الْبَغِيِّ وَحُلْوَانِ الْكَاهِنِ

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari hasil penjualan anjing, pembayaran pezina dan hasil perdukunan. [Muttafaq ‘alaih].[1]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Al-Lajnatid-Dâimah lil Buhûtsil-‘Ilmiyah wal-Iftâ`
Ketua: Syaikh ‘Abdul-‘Aziz bin ‘Abdullah bin Bâz, Wakil Ketua: Syaikh ‘Abdur-Razaq ‘Afifi, Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Ghadyan dan Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud.

Fatâwâ al-Lajnatid-Dâimah lil Buhûtsil-‘Ilmiyah wal-Iftâ, halaman 36-37.

JUAL BELI MINUMAN KERAS

Pertanyaan.
Bolehkah berbisnis khamr dan babi jika dijual kepada non muslim?

Jawaban.
Tidak boleh melakukan bisnis pada sesuatu yang diharamkan oleh Allah Azza wa Jalla, (baik) berupa makanan maupun yang lainnya, seperti khamr dan babi, meskipun bersama orang-orang kafir; berdasarkan hadits yang sah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ شَيئًا حَرَّمَ ثَمَنَهُ

Sesungguhnya, jika Allah Azza wa Jalla mengharamkan sesuatu, berarti juga mengharamkan hasil penjualannya.

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melaknat khamr, peminumnya, penjualnya, orang yang membeli, orang yang membawanya, orang yang dibawakan, yang memakan hasil penjualannya, pemerasnya, dan orang yang diperaskan.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Al-Lajnatid-Dâimah lil Buhûtsil-‘Ilmiyah wal-Iftâ`
Ketua: Syaikh ‘Abdul-‘Aziz bin ‘Abdullah bin Bâz, Wakil Ketua: Syaikh ‘Abdur-Razaq ‘Afifi.

Fatâwâ al-Lajnatid-Dâimah lil Buhûtsil-‘Ilmiyah wal-Iftâ, halaman 48

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 09/Tahun XI/1428H/2007 Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]
_______
Footnote
[1]. Dibawakan oleh Imam Malik dalam al-Muwattha` (2/656), Imam Ahmad (4/118-119, 119, 120), Imam al-Bukhâri (3/43, 54, 6/188, 7/28), Imam Muslim (3/1198, no. 1567), Abu Dawud (3/753, no. 3481), at-Tirmidzi (3/439, 575, 4/402, no. 1133, 1276, 2071), an-Nasâ’i (7/309, no. 4666), Ibnu Majah (2/730, no. 2159), ad-Dârimi (2/255), Ibnu Abi Syaibah (6/243), ath-Thabrani (17/275-267, no. 726-732), Ibnu Hibban (11/562, no. 5157) dan al-Baihaqi (6/6).

——

Sumber: www.almanhaj.or.id | 14 Oktober 2005

Print Friendly