Kakak Saya Selalu Memperolok-Olokan Karena Saya Berpegang Teguh Dengan Agama

KAKAK SAYA SELALU MEMPEROLOK-OLOKAN KARENA SAYA BERPEGANG TEGUH DENGAN AGAMA

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Saya mempunyai seorang kakak dan ia seringkali memperolok-olokkan saya sembari mengatakan tentang saya bahwa saya ini orang munafiq dan jika saya tinggal sendirian di kamar saya sering mendengarkan nyanyian, dan tidak lama saya akan menjauhi agama ini, saya akan terkena penyakit was-was. Walaupun saya sudah lama menasehatinya akan tetapi ia tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat. Maka apakah yang harus saya lakukan terhadapnya. Mohon bimbingan –Jazakumullah khairan- ?

Jawaban.
Anda wajib untuk tidak berputus asa akan keshalihannya atau kebaikannya (kelak). Karena sesungguhnya banyak manusia yang dahulunya tidak benar amalan-amalannya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah kepada mereka. Maka perbanyaklah memberikan nasehat kepadanya, hadiahkanlah beberapa kaset dan buku-buku kecil yang menandung nasehat, mudah-mudahan Allah memberinya hidayah lewat tangan anda. Telah tsabit dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berkata kepada Ali bin Abi Thalib.

“Artinya : Sungguh jika Allah memberi hidayah denganmu seorang, maka itu lebih baik bagimu daripada seekor unta merah”

Maka ulang-ulangilah menasehatinya dan bersabarlah atas gangguan yang menimpa anda, sebagaimana yang dikatakan Luqman kepada putranya.

“Artinya : Hai annaku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” [Luqman : 17]

[Disalin dari kitab Ash-Shahwah Al-Islamiyah Dhawabith wa Taujihat, edisi Indonesia Panduan Kebangkitan Islam, Penulis Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, terbitan Darul Haq]

——

Sumber: www.almanhaj.or.id | 16 Februari 2005

Print Friendly