Membatalkan Puasa Qadha’

MEMBATALKAN PUASA QADHA’

Pertanyaan.

Orang yang sedang mengqadha’ puasa, bolehkah ia membatalkannya? Begitu juga dengan puasa sunat, (bolehkah ia membatalkannya)?

Jawaban.

Apabila seseorang sudah berniat untuk melaksanakan puasa qadha’, maka dia tidak boleh memutuskannya. Jika sudah berniat dan sudah mulai melaksanakannya, maka dia wajib menyempurnakannya. Karena ibadah wajib yang luas waktunya, jika seseorang sudah memulainya, maka dia wajib menuntaskannya, tidak boleh diputus. Keluasan waktu hanya ada sebelum melaksanakan ibadah itu. Jika sudah dimulai, maka tidak boleh diputus.

Sedangkan jika ia sedang melaksanakan puasa sunat, maka boleh memutuskannya. Karena, puasa sunat tidak harus disempurnakan. Akan tetapi yang terbaik baginya adalah menyempurnakan, dan dia boleh memutuskan. Dan dia, sama sekali tidak berdosa.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasuki rumahnya dalam keadaan melaksanakan puasa sunat. Tatkala beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapatkan yang dihadiahkan kepadanya ada di dalam rumah, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membatalkan puasanya. Ini menunjukkan, puasa sunat tidak harus disempurnakan.

Al Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih al Fauzan,  3/135.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun X/1427/2006M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196. Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]

———-

Sumber: www.almanhaj.or.id | 14 Juni 2016

Print Friendly