Memfokuskan Diri Hanya Untuk Ibadah Di Bulan Ramadhan

MEMFOKUSKAN DIRI HANYA UNTUK IBADAH DI BULAN RAMADHAN[1]

Pertanyaan.

Apakah termasuk sunnah pada bulan Ramadhan memfokus diri untuk melakukan berbagai amalan shaleh, istirahat dan ibadah ?

Jawaban.

Semua aktifitas yang dilakukan oleh seorang Muslim itu adalah ibadah. Kewajiban-kewajiban atau tugas-tugas yang dilaksanakan bila dilaksanakan dengan niat yang baik maka itu semua adalah ibadah. Ibadah bukan hanya shalat dan puasa. Mempelajari dan mengajarkan ilmu, mendakwahi manusia menuju jalan Allâh Azza wa Jalla , mendidik dan memelihara anak-anak, mengurusi rumah tangga, berbuat baik kepada sesama, berusaha keras membantu orang yang sedang dalam kesusahan dan kegelisahan, berusaha memberikan dan mengambil manfaat melalui amalan mubah, mencari rizeki yang halal; semua akan bernilai ibadah jika niat saat melakukannya baik. Seorang Muslim yang diberikan taufik oleh Allâh Azza wa Jalla untuk mengumpulkan antara ibadah khusus dan ibadah umum, dia akan meraih ganjaran yang begitu agung. Begitu juga melaksanakan kewajiban yang dibebankan kepada dia pada bulan Ramadhan dengan baik dan benar, itu juga termasuk ibadah yang bernilai pahala.

Orang yang membatasi diri pada ibadah-ibadah khusus karena dia tidak bisa melakukan ibadah-ibadah yang bersifat umum, dia akan meraih pahala yang agung, jika dia melakukan itu dengan ikhlas dan jujur dalam melakukannya. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati dua kali Ramadhan dalam keadaan berperang. Perang Badar al-Kubra terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijrah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah melakukan perjalanan pada bulan Ramadhan dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka ketika melihat kaum Muslimin sangat kesusahan akibat melaksanakan ibadah puasa dalam perjalanan itu.

Maksudnya adalah seharusnya kaum Muslimin bersungguh-sungguh pada bulan Ramadhan untuk melakukan berbagai amal shaleh dan hendaknya mereka tidak menyia-nyiakan waktu-waktu yang penuh barakah dalam suasana santai,tidak beraktifitas, tidur, lalai dan menyimpang dari ajaran agama.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03-04/Tahun XVI/1433/2012M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196. Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
________
Footnote
 Dari Fatawa Syaikh Bin Baz, 15/449-450

———-

Sumber: www.almanhaj.or.id | 7 Juni 2016

Print Friendly