Pemakaian Alaihissalam Atas Diri Putra Rasulullah

PEMAKAIAN ALAIHISSALAM ATAS DIRI PUTRA RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

Oleh
Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali

Pertanyaan.
Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali ditanya : Apakah pemakaian gelar alaihissallam kepada putra Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu Ibrahim yang meninggal dunia sewaktu kecil dapat dibenarkan?

Jawaban
Tidak diragukan lagi, perbuatan ini merupakan perbuatan yang benar dan menjadi keharusan. Masalah ini bisa didapatkan dalam kitab-kitab musnad. Namun yang kita ingkari, yaitu yang dilakukan orang-orang Syi’ah yang mengkhususkan (pemakaian) “alaihissalam” hanya kepada Ahli Bait (menurut mereka, red). Padahal alaihissalam merupakan ungkapan yang bisa disandangkan (juga) kepada Abu Bakar, Umar dan para sahabat lainnya. Jadi, yang kita ingkari hanyalah pengkhususan, karena ini merupakan ciri Rafidhah. Adapun yang menggunakannya, baik untuk Ahli Bait dan juga para sahabat, maka tidak masalah. Wallahu ‘alam

(Diangkat dari sesi dialog Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali (hari Rabu tanggal 8 Desember 2004 di Malang)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/TahunVIII/1425/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196]

 

——

Sumber: www.almanhaj.or.id | 11 Agustus 2007

Print Friendly