Qunut Nazilah

QUNUT NAZILAH

Oleh

Syaikh Dr. Mis’ad  bin Musa’id al-Husaini

Pertanyaan

Bagaimana pendapat Syaikh mengenai qunut nazilah untuk kaum Muslimin Suria yang tengah dilanda banyak cobaan seperti sekarang?

Jawaban.

Qunut nazilah tergantung pada kebijakan ulil amri (pemerintah), apabila pemerintah memberi izin atau memerintahkan rakyatnya untuk melakukan qunut nazilah maka harus dipatuhi, dan jika tidak , maka tidak perlu dilaksanakan.

Tidak dilaksanakannya qunut nazilah bukan berarti tidak mendoakan mereka sama sekali, karena banyak waktu-waktu tertentu yang bisa jadi lebih mulia dan lebih dekat untuk terkabulnya doa, seperti berdoa ketika sujud, setelah shalat sunnah, doa  di sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamat dan lain sebagainya. Maka, hendaknya setiap orang memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, mendoakan kebaikan bagi diri sendiri dan kaum Muslimin.

(Syaikh DR Mis’ad bin Musa’id al-Husaini adalah dosen Ulumul Qur’an Universitas Islam Madinah KSA)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XVI/1433H/2012M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]

———-

Sumber: www.almanhaj.or.id | 11 April 2016

Print Friendly