Tidak Mengucapkan Bismillah Ketika Wudhu Karena Lupa

MELAFALKAN (MENGUCAPKAN) NIAT KETIKA WUDHU

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa hukum melafalkan (mengucapkan) niat dalam shalat, wudhu, thawaf dan sa’i?

Jawaban
Hukum melafalkan niat adalah bid’ah karena sama sekali tidak pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga para sahabat beliau. Oleh karena itu kita wajib meninggalkannya. Sedangkan niat tempatnya adalah di hati dan sama sekali tidak perlu diucapkan dan dilafalkan. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah sebaik-baik penolong.

TIDAK MENGUCAPKAN BISMILLAH KETIKA WUDHU KARENA LUPA

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya pernah berwudhu tapi lupa mengucapkan bismillah dan saya teringat ketika membasuh kedua tangan, lalu saya mengulangi wudhu lagi. Bagaimana hukumnya?

Jawaban
Jumhur ulama berpendapat bahwa wudhu tanpa mengucapkan bismillah adalah sah. Tapi sebagian ulama lain berpendapat bahwa mengucapkan bismillah sebelum wudhu hukumnya wajib apabila dia mengetahui ilmunya dan dia tidak lupa. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

لاَ وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ

“Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut asma Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam wudhunya” [HR Tirmidzi]

Tapi barangsiapa yang tidak mengucapkan bismillah karena lupa atau dia tidak tahu, maka wudhunya tetap sah dan tidak perlu mengulangi lagi, walaupun kita tetap mengatakan bahwa mengucapkan bismillah itu wajib sebab dia memiliki udzur yaitu tidak tahu atau lupa. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Wahai Rabb kami jangan hukum kami jika kami lupa atau tidak sengaja…” [Al-Baqarah : 286]

Berdasarkan riwayat yang shahih Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabulkan doa tersebut..”

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Juj Tsani, Penulis Syaih Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Edisi Indonesia Fatawa Bin Baaz, Penerjemah Abu Abdillah Abdul Aziz, Penerbit At-Tibyan – Solo]

———-

Sumber: www.almanhaj.or.id | 1 Februari 2004

Print Friendly