Wanita Mengimami Shalat Dan Berkumpulnya Wanita Untuk Shalat Tarawih

WANITA MENGIMAMI SHALAT

Oleh
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Ifta

Pertanyaan
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Ifta ditanya : Bolehkah seorang wanita mengimami shalat untuk satu orang wanita ? Dan dimanakah wanita yang menjadi ma’mum itu harus berdiri dalam shalat tersebut ?

Jawaban
Seorang wanita boleh mengimami shalat beberapa wanita dengan berdiri di tengah-tengah mereka, dan jika yang menjadi ma’mum hanya seorang, maka ma’mum ini berdiri di sebelah kanan imamnya.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Ifta VII/390, fatwa nomor 8328]

BERKUMPULNYA WANITA UNTUK SHALAT TARAWIH

Oleh
Al-Lajnag Ad-Daimah Lil Ifta

Pertanyaan
Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Ifta ditanya : Jika beberapa orang wanita berkumpul di suatu rumah dan mereka ingin melaksanakan shalat sunnah seperti shalat Tarawih atau shalat fardhu, apakah seseorang diantara mereka harus maju untuk menjadi imam sebagaimana dilakukan oleh kaum pria ?

Jawaban
Hendaknya salah seorang di antara mereka menjadi imam, baik untuk melaksanakan shalat wajib maupun shalat sunnah, akan tetapi imam wanita itu tidak maju di depan shaf sebagaimana seorang pria mengimami kaum pria dalam shalat berjamaah, melainkan cukup bagi imam wanita itu untuk berdiri di tengah-tengah shaf pertama.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah Lil Ifta VII/390, fatwa nomor 3907]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan terbitan Darul Haq hal. 133 penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin]

———-

Sumber: www.almanhaj.or.id | 9 Februari 2004

Print Friendly