Pesan Berharga dari Shalat Gerhana (3)

Ada sepuluh pesan dari shalat gerhana yang kali ini adalah bagian terakhir.

 

Ketujuh: Diingatkan mengenai bahaya zina

Kedelapan: Diingatkan agar banyak menangis dan sedikit tertawa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan dalam khutbah beliau,

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنَ اللَّهِ أَنْ يَزْنِىَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِىَ أَمَتُهُ ، يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina.

Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari, no. 1044)

 

Kesembilan: Boleh menangis ketika mendapatkan musibah, asal tidak niyahah (meratapi histeris)

Ketika putera Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia seperti diutarakan sebelumnya beliau bersedih dan menangis. Tanda bahwa menangis dalam rangka berduka itu boleh.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَدْمَعُ الْعَيْنُ وَيَحْزَنُ الْقَلْبُ وَلاَ نَقُولُ إِلاَّ مَا يَرْضَى رَبُّنَا وَاللَّهِ يَا إِبْرَاهِيمُ إِنَّا بِكَ لَمَحْزُونُونَ

“Air mata ini bisa menetes dan hati ini bisa bersedih dan tidaklah kukatakan selain yang Allah ridhai. Demi Allah, wahai Ibrahim, karena kepergianmu, kami bersedih.” (HR. Muslim, no. 2315)

 

Kesepuluh: Khutbah yang baik adalah khutbah yang singkat

Karena khutbah gerhana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya berisi beberapa nasihat saja. Beliau ingatkan:

  1. Bulan dan matahari adalah ayat Allah.
  2. Gerhana terjadi bukan karena kematian atau lahirnya seseorang.
  3. Dianjurkan saat gerhana terjadi untuk melaksanakan shalat, memperbanyak sedekah, memperbanyak dzikir, istighfar dan do’a.
  4. Dijelaskan tentang bahaya zina.
  5. Perintah untuk banyak menangis dan sedikit tertawa.

Sifat khutbah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memang singkat, tetapi berisi. Dulu sahabat ‘Ammar pernah berkhutbah begitu ringkasnya, lantas beliau menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَأَقْصِرُوا الْخُطْبَةَ فَإِنَّ مِنَ الْبَيَانِ سِحْراً

Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan singkatnya khotbah merupakan tanda kefaqihan dirinya (paham akan agama). Maka perlamalah shalat dan buat singkatlah khutbah. Karena penjelasan itu bisa mensihir.” (HR. Muslim no. 869 dan Ahmad 4: 263. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

 

Ringkasan Pesan dari Shalat Gerhana

  1. Gerhana mengingatkan akan ayat tanda kuasa Allah, bukan fenomena alam semesta.
  2. Karena itu ayat Allah, tujuannya adalah untuk menakut-nakuti hamba-Nya supaya kembali pada Allah.
  3. Amalan kebaikan mesti disegerakan sebagaimana dalam shalat gerhana diperintahkan segera dilakukan saat terlihat gerhana.
  4. Perbanyak amal selama masih ada waktu karena selama masih ada gerhana diperintahkan untuk berdzikir, bertakbir, beristighfar, perbanyak doa dan sedekah.
  5. Gerhana itu ada yang mengatur, yaitu Rabbul ‘Alamin, Allah Ta’ala, gerhana tidak terjadi begitu saja.
  6. Menghilangkan keyakinan keliru karena di masa Nabi, gerhana diyakini terjadi karena adanya kematian seseorang dan saat itu bertepatan dengan kematian putera Nabi yang bernama Ibrahim.
  7. Nabi ingatkan mengenai bahaya zina saat khutbah gerhana.
  8. Nabi ingatkan agar banyak menangis dan sedikit tertawa, ini juga sama disampaikan saat khutbah gerhana.
  9. Boleh menangis ketika mendapatkan musibah, asal tidak niyahah (meratapi histeris). Sebagaimana ketika putera Nabi, Ibrahim meninggal dunia tadi, beliau sedih dan meneteskan air mata. Itu suatu yang wajar bagi orang yang sedang berduka.
  10. Khutbah yang baik adalah khutbah yang singkat, sebagaimana khutbah nabi dalam shalat gerhana cuma menyampaikan beberapa kalimat saja.

 

Alhamdulillah, semoga bermanfaat dan Allah memberi taufik.

 

@ Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, menjelang Jumatan, 2 Jumadats Tsaniyyah 1437 H

Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal

Rumaysho.Com, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam

———-

Sumber: www.rumahsyo.com (Muhammad Abduh Tuasikal, MSc) | Mar 12, 2016

Print Friendly