24 DOKUMEN PROTOCOLS OF ZION

(Hasil Sidang Aktivis Zionisme)

Kejahatan kaum Yahudi benar-benar keterlaluan dan di luar batas peri kemanusiaan. Namun, hal ini tidaklah aneh karena mereka memang berobsesi untuk menguasai dunia dan menghancurkan semua agama. Hal ini terlihat dalam dokumen rahasia hasil keputusan para tokoh Yahudi dalam kongres yang mereka adakan pada 1895 di Basel, Swiss.Dokumen ini terdiri dari 24 Pasal yang sangat dirahasiakan dan hanya diketahui oleh tokoh-tokoh Zionis tingkat atas.

Namun, diluar dugaan, dokumen ini berhasil dibocorkan oleh seorang Perancis yang mencurinya dari salah satu tokoh organisasi Free Masonry di Perancis. Dokumen tersebut akhirnya sampai ke tangan Sergey Nylos, pendeta orthodoks Rusia. Sergey lalu menerjemahkan dokumen tersebut ke dalam bahasa Rusia dan menerbitkannya untuk pertama kalinya pada 1901.Hasil terjemahan Sergey menimbulkan keresahan yang luar biasa di kalangan masyarakat Rusia ketika itu sehingga berbuntut kerusuhan yang menelan korban ribuan orang Yahudi.

Akhirnya, pihak Yahudi pun segera memborong semua buku terjemahan Sergey yang ada di pasaran di berbagai pelosok Eropa Timur.Namun, sebuah naskah lolos dibawa seorang wartawan Inggris, Victor E. Mersden. Ia lalu menerjemahkannya dan menerbitkannya dalam bahasa Inggris pada 1917 dengan judul “The Protocols of The Learned Elders of Zion”. Akhirnya, tulisan ini tersebar di Amerika dan Jerman.

Semenjak itu, penyebarannya meluas lagi ke berbagai penjuru dunia dalam edisi terjemahan lebih dari 21 bahasa.Tokoh-tokoh besar Zionis tidak tinggal diam. Mereka lalu memborong setiap edisi tulisan tersebut yang mereka jumpai di toko-toko buku di setiap kota di dunia. Mereka sangat khawatir apabila semua orang tahu hakekat rencana busuk mereka yang tertuang dalam naskah yang mereka susun.

Protokol yang penulis sampaikan dalam blog ini merupakan salah satu lampiran dalam kitab Judzurul Qadimah li Ahdasi Israil wal Yahud karya Dr. M Izzat Darouza yang diterbitkan Maktabah Darul Atlas, di Damaskus Suriah pada 1970. Buku tersebut secara tidak sengaja dibaca oleh mahasiswa Indonesia bernama Hamali yang sedang mengisi waktu luangnya di perpustakaan Universitas Ummul Qura’ di kota suci Makkah Al-Mukarramah, Saudi Arabia. Lalu, mahasiswa tersebut menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Mengungkap tentang Yahudi: Watak, Jejak, Pijak dari Kasus-Kasus Lama Bani Israil” pada 1992, diterbitkan oleh Pustaka Progressif.

Sekarang kita lihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa Yahudi Bani Israel benar-benar merealisasikan isi Protokol tersebut dengan membantai saudara-saudara kita di Palestina.Berikut ini penulis sampaikan hasil terjemah Protokol Zionis oleh mahasiswa Indonesia tersebut:

———————–

24 DOKUMEN PROTOCOLS OF ZION

I.Dokumen ini mengupas masalah sebagai berikut:

1. Goyim (orang non-Yahudi) dan kebobrokan mental yang melanda masyarakat non Yahudi.

2. Kemenangan dapat diraih dengan menggunakan kekuatan militer yang tangguh dengan mesin perang yang canggih.

3. Kebebasan berpolitik dicetuskan oleh Yahudi untuk mendapatkan simpati masyarakat dunia dan merampas tanah.

4. Emas bisa digunakan sebagai senjata ampuh melebihi agama.

5. Tidak ada etika untuk mencapai tujuan.

6. Tidak ada akhlak dalam berpolitik.

7. Gerakan Free Masonry (Masonia) yang tidak terkalahkan.

8. Kebingungan rakyat, karena banyak partai yang ingin menduduki kekuasaan dan bagaimana cara memanfaatkan peluang ini.

9. Berusaha mendorong masyarakat senang minuman keras.

10. Penyebarannya dapat melalui guru, pramusiswi, baby sitter yang bekerja di rumah hartawan Kristen, pegawai pabrik dan pemerintahan. Boleh jadi peluasannya melalui pramuria yang bekerja di Night Club dan kaum wanita yang hidup berfoya-foya dan dansa-dansi.

Semboyan kita hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan tehnologi perang, dan memasyarakatkan hidup senang mengejar popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih dahulu. Kemudian bertanggung jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat jahat dan memasang jerat halus demi kepentingan kita.

Kami membuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik actual sepanjang masa. Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancau dan diliputi awam gelap.

Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan.

Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non Yahudi. Yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup di atas planet bumi ini.

II. Kita harus berusaha sekuat tenaga agar pertempuran yang terjadi antara dua negara tidak menjalar ke negara lain. Sehingga peperangan itu masih bisa dikendalikan, agar pihak kita dapat menguasai.

Di samping itu, pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari kita. Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam pemerintahan, agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita harus membentuk publik opini melalui surat-surat kabar kepada orang-orang non-Yahudi.

Ideologi kita kini telah berhasil dengan gemilang. Kemenangan ideologi kita melalui otak Darwin, Karl Marx dan Nitzshe. Pandangan pikiran mereka mampu menggoyahkan ketenangan masyarakat dunia.Bagi orang yang tidak menjalankan ajaran agama, ideologi semacam ini mudah diterima. Surat kabar sebagai senjata utama, kini berada di tangan kita. Walaupun demikian, kita harus bergerak di bawah tanah.

III. Kini beban kita tinggal menerobos terowongan yang pendek, setelah itu daerah yang dikuasai ULAR (lambang masonis) akan kita kunci. Bila sudah dikunci, berarti semua benua Eropa akan tergenggam dalam tangan kita.

Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak. Kemudian, kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita.Kita harus mampu memberikan semangat agar para aktivis partai saling berebut kursi pemerintahan.

Kita harus mampu memberikan nasihat kepada kaum buruh dan pekerja seakan-akan memperoleh prioritas yang memuaskan dari kebijaksanaan dan undang-undang yang tertulis di atas kertas. Padahal, tulisan hanyalah kebohongan belaka. Dengan demikian, agen-agen yahudi akan kita kirim untuk mengatur roda perusahaan sesuai dengan tujuan kita.

Kita harus mampu meningkatkan rasa benci dan dengki di kalangan kaum buruh untuk meledakkan kemelut perekonomian dunia. Sarana yang tepat untuk menciptakan situasi seperti itu adalah emas yang telah kita genggam.

Kita harus mampu menanamkan rasa benci di hati kaum buruh agar tetap bermusuhan dengan orang kaya sejak kecil.Untuk merealisir program itu, kita tidak akan terbentur oleh bahaya, lantaran masyarakat kristen yang sudah lemah akan mudah dikuasai, terutama menguasai pemerintah yang akan membinasakan yahudi dari muka bumi ini.

16 Januari 2009

source: http://aboemuhammadalashri.wordpress.com

———-

Sumber: www.assunnah-qatar.com – Minggu,23 Mei 2010 @17:51

Print Friendly