Cara Istikharah Bagi Wanita Haid

Tidak Bisa Shalat Istikharah Karena Haid

Assalamulaikum ustadz, saya sedang dihadapkan dengan pengambilan keputusan, namun saya sekarng dalam kondisi halangan sehingga tidak bisa sholat istikhoroh. apa yang sebaiknya saya lakukan agar mendapat petunjuk atas perihal yang akan saya putuskan dalam beberapa hari ini?
Terima kasih, assalamualaikum.

Dari Tiara

Jawaban:

Wa alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Bingung menentukan pilihan merupakan bagian dari tabiat manusia yang terbatas ilmu dan pengetahuannya. Karena setiap manusia tidak pernah tahu, apa yang terbaik untuk dirinya dan masa depannya. Di saat itulah, manusia menggunakan beraneka ragam cara untuk menentukan pilihannya. Ada yang datang ke dukun, ada yang menggunakan undian, ada yang menggunakan sistem lempar, dan cara lainnya.

Dulu di masa jahiliyah, ada dua cara yang banyak digunakan orang untuk istikharah,

  1. Dengan menggunakan azlam, semacam anak panah kecil yang berjumlah 3. Yang pertama bertuliskan Allah ridha. Kedua bertuliskan: Allah tidak ridha, dan ketiga kosong. Jika mereka punya suatu rencana, mereka masukkan 3 biji anak panah ini ke dalam wadah, lalu dibawa thawaf di ka’bah, kemudian dikocok. Jika yang keluar Allah ridha, mereka akan melanjutkan rencananya. Sebaliknya, jika yang keluar, Allah tidak ridha, mereka akan urungkan rencananya. Dan jika yang keluar kosong, mereka ulangi lagi seperti cara pertama.
  2. Menggertak burung. Ketika mereka hendak melakukan perjalanan, mereka menggertak buruk. Jika burung ini terbang ke kanan, mereka optimis diberkahi. Jika terbang ke kiri, mereka pesimis untuk melanjutkan perjalanannya.

Ketika Islam datang, cara bodoh semacam ini dihilangkan. Anda bisa bayangkan, cara jahiliyah semacam ini, telah memposisikan manusia lebih bodoh dari pada binatang.

Islam mengajarkan cara istikharah, yang menggambarkan ketergantungan makhluk kepada Penciptanya. Karena Dialah satu-satunya Yang Maha Mengetahui segalanya, yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Islam mengajarkan proses pemilihan itu dengan cara shalat istikharah.

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, beliau menceritakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى – قَالَ – وَيُسَمِّى حَاجَتَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى

Mengenai tata caranya, telah kami jelaskan di artikel: Tata Cara Shalat Istikharah

Bagaimana Jika Sedang Behalangan?

Apakah doa istikharah di atas harus didahului dengan shalat? Bagaimana jika ada seorang wanita yang butuh istikharah sementara dia sedang haid?

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,

فمن تعذرت عليه الاستخارة بالصلاة والدعاء معاً – كالمرأة الحائض أو النفساء – أجزأته الاستخارة بالدعاء فقط، وهذا مذهب الحنفية والمالكية والشافعية

Orang yang tidak bisa melakukan istikharah dengan shalat dan doa sekaligus, seperti wanita haid atau nifas, maka dia boleh melakukan istikharah dengan doa saja. Ini merupakan pendapat madzhab Hanafiyah, Malikiyah, dan Syafiiyah.

(Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 16125)

Mengapa Boleh tanpa Shalat?

Sejatinnya, inti istikharah adalah doa. Permohonan kepada Allah, agar Dia memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Dan doa bisa dipanjatkan, meskipun tanpa didahului dengan shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar istikharah dilakukan setelah shalat dua rakaat, karena doa yang didahului dengan shalat adalah doa yang mustajab. Sehingga bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk shalat, mereka bisa melakukan istikharah hanya dengan berdoa.

Imam Ibnu Baz. Beliau pernah ditanya, bolehkah melakukan istikharah tanpa shalat? Bolehkah wanita haid dan nifas melakukan istikharah?

Jawab beliau,

نعم تستحب الاستخارة ولو بدون صلاة، كونه يسأل ربه ويستخير ربه سواء كانت امرأة أو رجل سواء كانت حائض أو ما هي حائض كل ذلك لا بأس، لكن إذا كان بعد الصلاة يكون أفضل، تكون الاستخارة بصلاة عملاً بالسنة، فيصلي ركعتين، ثم يسأل ربه ويستخير ربه سواء رجل أو امرأة, لكن إذا كانت حائضاً أو كان الأمر مستعجلاً واستخار بدون صلاة فلا بأس، يسأل ربه والحمد لله الله يقول: ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ (غافر: من الآية60)، والاستخارة دعاء، توجه إلى الله

Benar, dianjurkan istikharah, meskipun tanpa shalat. Dia bisa memohon kepada Allah, meminta pilihan kepada-Nya, baik lelaki maupun wanita, baik sedang haid maupun tidak sedang haid, semua itu tidak masalah. Hanya saja, jika doa istikharah ini dibaca setelah shalat, maka ini yang afdhal. Membaca doa istikharah ketika shalat, ini mengamalkan sunah. Dia bisa shalat dua rakaat, kemudian meminta kepada Tuhannya, memohon pilihan dari-Nya, baik lelaki maupun perempuan.

Hanya saja, jika dia sedang haid atau ada orang yang buru-buru untuk menentukan pilihan, lalu dia berdoa memohon pilihan kepada Allah tanpa didahului shalat, hukumnya boleh. Dia bisa meminta kepada Tuhannya. Karena Allah telah menjanjikan dalam firman-Nya, (yang artinya), ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya kukabulkan doa kalian.” (QS. Ghafir: 60). Sementara istikharah adalah doa, yang dihaturkan kepada Allah.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/20949

Demikian,

Allahu a’lam.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Jumat, 6 Juni 2014

Print Friendly