Dua Model Kuburan, Mana yang Utama?

Model Kuburan yang Utama

Saya pernah lihat ada dua cara memakamkan mayit, pertama dg dtaruh samping sebelah barat, yg kedua ditaruh d tengah. Itu yg benar yg mana? Mohon dijawab..

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Dua model kuburan yang anda ceritakan, yang pertama namanya lahad [arab: اللَّحْدُ], dan yang kedua namanya Syaq [arab: الشَّقُّ].

Model pertama, lahad

Jenazah diposisikan di sebelah kiblat (barat). Kemudian ditutup dengan papan menyamping.

Penjelasan dengan kalimat mungkin sulit dipahami, Anda bisa lihat gambar berikut,

gambar kubur 1

Model kedua, syaq

Jenazah diposisikan di tengah, dan ditutup di sebelah atasnya lurus horizontal.

Anda bisa perhatikan gambarnya berikut,

gambar kubur 2

Mana yang Lebih Afdhal ?

Dibolehkan memakamkan jenazah, baik dengan model pertama, atau model kedua. Di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dua model ini sudah menjadi hal biasa bagi para sahabat.

Dalam Kitab Ahkam al-Janaiz dinyatakan,

ويجوز في القبر اللحد والشق لجريان العمل عليهما في عهد النبي صلى الله عليه وسلم

Boleh membuat kuburan dengan model lahad maupun syaq, karena keduanya sudah banyak dipraktekkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Ahkam al-Janaiz, hlm. 144).

Selanjutnya penulis menyebutkan hadis tentang model kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. A’isyah Radhiyallahu ‘anha menceritakan,

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal, para sahabat berbeda pendapat tentang model kuburan beliau, mau dibuat lahad ataukah syaq. Merekapun debat masalah itu, hingga suaranya dikeraskan. Umar lalu mengingatkan, “Janganlah teriak-teriak di dekat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik beliau masih hidup atau setelah meninggal.” Kemudian mereka mengundang tukang bikin lahad dan tukang bikin syaq. Mereka menentukan pilihan, siapa yang pertama kali datang, itulah model kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ternyata Allah menaqdirkan, tukang lahat yang pertama kali datang. Kemudian dibuatkan lahat untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau dimakamkan.

(HR. Ibnu Majah 1558 dan dihasankan al-Albani).

Dari dua model di atas, yang lebih utama adalah lahad. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan motivasi agar jenazah diposisikan dalam lahad.

Dari Jarir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu,

Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengantarkan jenazah. Beliau mengarahkan kepada petugas pembuat kuburan,

الْحَدُوا وَلاَ تَشُقُّوا فَإِنَّ اللَّحْدَ لَنَا وَالشَّقَّ لِغَيْرِنَا

Buatkanlah lahad, dan jangan dibuat syaq. Karena lahat itu ciri khas kita, sementara syaq milik selain kita. (HR. Ahmad 19695).

Dalam hadis lain dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اللَّحْدُ لَنَا وَالشَّقُّ لِغَيْرِنَا

Lahad itu ciri khas kita, sementara syaq milik selain kita. (HR. Nasai 2021, Turmudzi 1045, dan dishahihkan al-Albani).

Allahu a’lam.

, –

..
.

. . -.

.

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Senin,27 April 2015

Print Friendly