Jodoh Antara Zodiak dan Watak

Benarkah Zodiak dan Watak Mempengaruhi Jodoh?

Assalammualaikum wr wb.
Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada ustadz, Perkenalkan saya Nina usia 21tahun asal Malang Jawa Timur.
Saya sekarang sedang bertaaruf dengan seorg pemuda yg usianya 26 tahun. Banyak kesamaan diantara kami sebagai contoh bulan lahir, sama2 lahir dibulan november, dan menurut zodiak kami sama2 berzodiak scorpio, dalam artian menurut penelitian, org yg lahir dibulan november dan memiliki zodiak scorpio itu wataknya pencemburu dll, Bberapa org menyebut saya tidak akan cocok bersama calon saya, Karena memiliki kesamaan dalam segi watak dll.. Sedangkan saya blm menemukan betul watak apa si calon ini tadi, Karena kami jg baru saja bertaaruf,. Yg saya tanyakan apakah betul jika saya melanjutkan hubungan saya dengan si calon saya hubungan kami akan berantakan, karena menurut penilitian watak org yg lahir dibulan november memiliki watak yg sama? Sungguh bimbang hati ini ya ustadz,. Mohon penjelasan’nya,. Apakah memang benar watak seseorg kebanyakn dilihat dr bulan lahir mereka?? Terimakasih.. Semoga berkenan menjawab.. Wassalam

Dari: Neena Mudz

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Kita telah memahami bersama bahwa zodiak, termasuk warisan bangsa yunani yang menyusup di lingkungan kaum muslimin. Mereka menyebutnya bagian dari ilmu astrologi, ilmu yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet, bulan, dan matahari) dengan nasib manusia. Dikaranglah 12 nama rasi bintang berdasarkan rentang tanggal tertentu. Kemudian dikaitkan dengan hari kelahiran. Mereka buat-buat sendiri, dan digunakan untuk meramal takdir sendiri.

Islam tidak pernah mengajarkan idelogi semacam ini, menghubung-hubungkan sesuatu yang sama sekali tidak memiliki keterkaitan. Karena islam adalah agama yang rasional, yang memuliakan akal manusia. Sehingga semua doktrin yang tidak masuk akal, selain apa yang telah Allah tetapkan, tidak boleh dilestarikan.

Dalam kajian aqidah, ilmu astrologi, yang menghubungkan rasi bintang dengan karakter manusia dinamakan tanjim (ilmu nujum). Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُومِ، اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ

Siapa yang mempelajari ilmu nujum, berarti dia telah mempelajari sepotong bagian ilmu sihir. Semakin dia dalami, semakin banyak ilmu sihir pelajari. (HR. Ahmad 2000, Abu Daud 3905, Ibn Majah 3726, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Hadis ini menunjukkan ancaman terhadap mereka yang menggunakan astrologi sebagai acuan menebak karakter atau sifat, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mensejajarkan ilmu ini dengan ilmu sihir.

Zainuddin Al-Munawi mengatakan,

لأنه يحكم على الغيب الذي استأثره الله بعلمه فعلم تأثير النجوم باطل محرم

“Karena ilmu nujum isinya menebak-nebak hal yang ghaib, yang Allah rahasiakan. Maka ilmu tentang pengaruh bintang, adalah ilmu yang batil, hukumnya haram.” (Faidhul Qadir, 6/80)

Bahaya Membaca Zodiak

Zodiak..zodiak… nampaknya sepele, ternyata membawa petaka aqidah manusia. Para ulama mengharamkan keras zodiak. Sampaipun hanya sebatas membaca untuk iseng, hukumnya terlarang dan mengancam tidak diterima shalatnya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230).

Syaikh Sholih Alu Syaikh -hafizhohullah- mengatakan, “Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang dia anggap cocok, maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut, maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”, hal. 349)

Kemudian, jika sampai diyakini kebenarannya, menyebabkan dirinya keluar dari islam. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengingatkan melalui sabdanya,

مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532, hasan)

Sama Zodiak Beda Karakter

Di alam ini ada milyaran manusia. Ada yang menjadi nabi, rasul, orang bertaqwa, orang biasa, orang bejat, dan bahkan gembong orang bejat. Dan kita sangat yakin, dari milyaran itu, dipastikan ada banyak orang yang zodiaknya sama, sekalipun karakternya berlawanan. Menurut keterangan Muhammad Sulaiman Al-Mansurfury dan ahli astronomi Mahmud Basya, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada sekitar tanggal 20 atau 22 april tahun 571 M.

Kita sangat yakin ada banyak orang kafir bahkan mungkin penjahat yang bulan lahirnya sama dengan beliau atau bahkan tanggal lahirnya berdekatan dengan tanggal lahir beliau. Padahal karakter mereka tidak bisa dibandingkan.

Kita juga sangat yakin ada banyak kaum muslimin yang tanggal lahirnya mendekati tanggal lahir Firaun, Haman, Qarun, Abu Lahab atau Abu Jahal. Namun meskipun sama zodiak, wataknya jauh berbeda.

Ambil yang Terbaik dan Tawakkal kepada Allah

Tidak ada manusia yang tahu tentang keadaan hidupnya. Karena itu, yang bisa dia lakukan adalah tawakal, dengan berusaha mengambil terbaik sesuai aturan dan berharap kepada Allah agar mewujudkan tujuan baik itu atau memberikan yang lebih baik. Prinsip seperti inilah yang pernah dipesankan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya,

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ

”Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat, dan minta tolonglah kepada Allah, dan jangan putus asa.” (HR. Ahmad 8791, Muslim 2664, Ibn Majah 79, dan yang lainnya).

Allahu a’lam

, (Dewan Pembina www.,)

. . .

.

  • .

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Sabtu,21 September 2013

Print Friendly