Satu Ibadah dengan Beberapa Niat

Pertanyaan:

Bolehkah melakukan satu ibadah dengan beberapa niat? Apa dalilnya?
Jawaban:

Soal serupa pernah ditanyakan kepada Syekh Shalih al-Fauzan dengan redaksi, “Bolehkah shalat dua raka’at dengan niat shalat sunnah wudhu, tahiyatul masjid, dan sunnah zuhur secara bersamaan? Apakah cukup dua raka’at saja untuk semuanya?”
Beliau menjawab, “Ya, boleh bagi seseorang untuk shalat sunnah zuhur dan mencukupi dia dua raka’at untuk tahiyatul masjid dan sunnah wudhu. Namun, jika dilakukan satu persatu, maka lebih afdhal dan lebih banyak pahalanya.” (Al-Muntaqa, 5/41)
Al-Hafizh Ibnu Mulaqqin menerangkan hadits pertama dalam Umdatul Ahkam, beliau berkata, “Dalam riwayat pertama, ‘niat’ dimufradkan (dijadikan bentuk tunggal) dan ‘amal-amal’ dijamakkan karena mufrad yang ma’rifat dengan ‘al’ menunjukkan keumuman. Maksudnya, semua amal, jika dilihat dari individunya, maka membutuhkan satu niat saja. Ada pula kemungkinan bahwa satu amalan membutuhkan beberapa niat jika ditujukan untuk kesempurnaan amal, sebagaimana orang yang berniat makan untuk menghilangkan lapar, menjaga kesehatan, dan menambah kekuatan dalam beribadah, atau yang lainnya. Dengan berbilangnya niat maka berbilang pula pahalanya.’”

Sumber: Majalah Mawaddah, Edisi 12, Tahun Ke-1, Jumadits Tsaniyah-Rajab 1429 H/Juli 2008.
(Dengan beberapa pengubahan tata bahasa oleh redaksi www.konsultasisyariah.com)
Artikel www.konsultasisyariah.com

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Rabu,23 Maret 2011

Print Friendly