Shalat Istisqo, Tak Turun Hujan?

Mengapa Setelah Istisqo, Tak Turun Hujan?

Sudah banyak shalat istisqa, mengapa setelah shalat istisqa hujan tidak kunjung datang?

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Inti dari istisqo adalah minta hujan, dengan cara berdoa kepada Allah, agar Dia menurunkan hujan untuk kita atau lingkungan di sekitar kita.

Sebagaimana umumnya doa, terkadang segera Allah kabulkan dan terkadang Allah tunda dalam mengabulkannya. Jika doa itu benar-benar tidak dikabulkan, ada banyak sebab yang menjadi penghalangnya.

Selengkapnya, bisa anda pelajari di: Doaku Tak Kunjung Dikabulkan

Doa Pak Imam Gak Mustajab??

Ini salah satu komentar miring masyarakat awam, ketika mereka melakukan shalat istisqa’ namun tidak langsung turun hujan. Mereka menganggap doa Pak Imam kurang mustajab. Mereka menyudutkan Pak Imam yang kurang soleh, sehingga doanya tidak manjur???!!

Subhanallah… apa salah Pak Imam ketika Allah tidak mengabulkan doanya pada saat shalat istisqa’? Bukankah Pak Imam hanya manusia biasa yang tidak bisa mengabulkan doa dan tidak bisa mengendalikan doa.

Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri ada diantara doa beliau yang tidak dikabulkan.

Anda bisa pelajari di: Nabi Muhammad Tidak Bisa Mengabulkan Doa?

apalah artinya ketika Pak Imam sudah serius berdoa namun makmum masih bergelimang maksiat.

Ucapan Ini Bisa Menghalangi Dikabulkannya Doa

Kami sudah shalat istisqa, mengapa belum dikabulkan. Sudah banyak yang shalat istisqa, mengapa Allah belum menurunkan hujan. Kita perlu memahami, ternyata semacam ini adalah ungkapan isti’jal (terburu-buru) yang itu pennyebab tertahannya doa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى

“Doa kalian akan diijabahi selama tidak terburu-buru, dia mengucapkan: “Aku telah berdoa, namun belum diijabahi doaku.”  (HR. Bukhari 6340 & Muslim 7110)

Daalam riwayat lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

« لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ « يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ ».

“Doa seorang hamba senantiasa akan dikabulkan selama dia tidak memohon dosa, memutus silaturahmi dan tidak tergesa-gesa.’

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, ‘Apa arti tergesa-gesa (dalam berdoa)?’

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Orang yang berdoa itu mengatakan, ‘Saya telah berdoa. Dan saya benar-benar telah berdoa, tetapi Allah tidak mengabulkan doaku.’ Kemudian dia putus asa dan berhenti berdoa.” (HR. Ahmad 13349 & Muslim 7112)

Sekalipun anda sudah shalat istisqa, jangan putus asa ketika Allah tidak menurunkan hujan. Bisa jadi Pak Imam sudah serius berdoa, tapi makmum gak serius meminta. Bisa jadi sikap makmum menjadi penghalang doa istisqa dikabulkan.

Allahu a’lam.

, –

..
.

. . -.

.

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Jumat,30 Oktober 2015

Print Friendly