Apakah ada Neraka Wail?

Neraka Wail

Apa arti kata wail? Benarkah itu nama neraka?

Dari Anto

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kita akan simak keterangan Ibnul Jauzi tentang kata wail, dalam tafsirnya Zadul Masir.

Ada sebagian yang menjelaskan, secara bahasa, kata wail aslinya terbentu dari kalimat wai li fulan [وي لفلان] artinya, kesedihan bagi fulan. Karena banyaknya penggunaan, akhirnya huruf lam menjadi tersambung dan jadi satu kata wail [ويل].

Sementara arti dari sisi bahasa, para ulama lughah berbeda pendapat,

[1] Arti wail adalah adzab dan kebinasaan

[2] Wail artinya siksaan yang sangat berat. Ini pendapat Ibnul Anbari

[3] Wail adalah kata yang digunakan orang arab untuk menyebut orang yang terjerumus ke dalam kebinasaan. Ini pendapat az-Zajjaj.

Ibnul Jauzi menyebutkan riwayat dari Abu Said al-Khudri bahwa Wail adalah jurang di neraka, di mana orang kafir yang memasukinya selama 40 tahun, belum sampai ujung dasarnya.

(Zadul Masir, 1/89)

Kata Wail dalam al-Quran

Dalam al-Quran ada banyak surat yang diawali dengan kata wail. Dan kata ini adalah kata ancaman. Ada yang mengatakan, makna kata wail adalah salah satu jurang neraka, dan ada yang mengatakan, itu kata ancaman..

Dan cukup itu disebut menakutkan, ketika ancaman itu datang dari rabbul alamin.

Ancaman dengan kata ini dalam al-Quran, Allah sebutkan sebanyak 14 kali. Dua diantaranya, Allah sebutkan terkait masalah harta.

Pertama, tentang orang yang memiliki sifat tathfif. Semangat mengambil hak, dan malas menunaikan kewajiban.

Allah berfirman,

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ . الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ . وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi ( ) dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi… (QS. al-Muthaffifin: 1 – 3)

kedua, di surat al-Humazah. Allah sebutkan karakter humazah lumazah, adalah mereka yang suka menumpuk harta.

Allah berfirman,

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ . الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ .يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ

Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung, dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya. (QS. al-Humazah: 1 – 3)

Demikian keterangan Dr. Uwaidh bin Hamud al-Athawi

Pengajar ilmu Balaghah di Universitas Tabuk

Ceramah beliau di:

Allahu a’lam.

, –

..
.

. . -.

.

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Selasa,26 Januari 2016

Print Friendly