Hukum Nadzar yang Belum Diucapkan

Nadzar Dihati yang Belum Diucapan

Pertanyaan:

Ustadz, apakah nazar yang belum di ucapkan dengan lisan wajib dilaksanakan atau tidak?

Jazakallah khair

Dari: Rachmat

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du,

Para ulama menegaskan, nadzar belum dianggap sah jika hanya sebatas diniatkan dan belum diucapkan. Karena diantara syarat sah nadzar adalah adanya lafadz nadzar.

Al-Fairuz Abadzi dalam al-Muhadzab mengatakan,

ولا يصح النذر إلا بالقول

“Tidak sah nadzar, kecuali dengan ucapan.” (al-Muhadzab, Hal. 440).

Dijelaskan oleh an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh Muhadzab,

وهل يصح (النذر) بالنية من غير قول ؟ الصحيح باتفاق الأصحاب أنه لا يصح إلا بالقول , ولا تنفع النية وحدها

“Apakah sah nadzar dengan semata niat, tanpa diucapkan? Yang benar, berdasarkan kesepakatan ulama Madzhab Syafiiyah, nadzar tersebut tidak sah, kecuali diucapkan. Niat semata, tidak cukup.” (al-Maj’mu’, 8:451)

Bahkan al-Mardawi menyatakan bahwa ulama sepakat, nadzar tidak sah jika sebatas niat, tanpa diucapkan. Beliau menegaskan,

ولا يصح (النذر) إلا بالقول ، فإن نواه من غير قول : لم يصح بلا نزاع

Nadzar tidak sah, kecuali dengan diucapkan. Jika baru sebatas niat, tanpa diucapkan, nadzar tidak sah, tanpa ada perselisihan ulama (al-Inshaf, 16/408).

Allahu a’lam

, (Dewan Pembina ,)

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Senin,24 Desember 2012

Print Friendly