Hukum Salam Hanya dengan Kata ‘Salam’

Salam Hanya Mengucapkan Kata “Salam”

Assalamualaikum ustadz saya mau menanyakan bagaimana hukum menyebutkan salam selain ‘assalamualaikum’, misal dengan kata ‘salam pramuka’ atau dengan kata ‘salam tauhid’ yang sekarang sedang ramai dipakai? Apakah boleh?

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Allah sebutkan dalam al-Quran, beberapa ungkapan salam hanya dengan kata ‘Salam’. Diantaranya,

Pertama, Salam yang diberikan kepada orang beriman, ketika mereka bertemu Allah,

تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا

Ucapan penghormatan untuk mereka (orang mukmin) pada hari mereka ketemu Allah adalah salam. Dan Dia menjanjikan untuk mereka pahala yang besar. (QS. al-Ahzab: 44)

Ada perbedaan pendapat tentang siapakah yang memberikan salam untuk orang mukmin dalam ayat ini. Ada yang mengatakan, yang memberi ucapan salam itu adalah Allah. Ada yang mengatakan, yang memberi ucapan salam itu adalah malaikat. Dan ada yang mengatakan, ucapan ‘salam’ itu adalah kalimat yang mereka sampaikan antar-sesama mukmin ketika mereka bertemu Allah. (Zadul Masir, 5/140).

Apapun perbedaan itu, kepentingan kita ada pada kesimpulan, Allah hanya menggunakan kata ‘Salam’ ketika menyebutkan ucapan penghormatan mereka.

Allah juga berfirman di ayat lain,

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ

“Dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah “Salam”. (QS. Ibrahim: 23)

Kedua, ucapan salam antara Ibrahim dengan malaikat yang berkunjung ke rumahnya

Allah berfirman,

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ . إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ

Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? Ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: “Salam.” Ibrahim menjawab: “Salam, (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.” (QS. az-Zariyat: 24 – 25).

Ayat di atas, dijadikan dalil oleh sebagian ulama untuk menunjukkan boleh menyampaikan salam hanya dengan kalimat singkat ‘Salam’. Diantaranya, Imam Ibnu Utsaimin. Dalam fatwa Nur ‘ala ad-Darb, beliau ditanya tentang hukum mengucapkan salam hanya dengan kata ‘Salam’. Jawaban beliau,

وينبغي أن نعلم بشيء من أحكام السلام فالسلام تحية المسلمين وصيغته أن يقول السلام عليك إن كان يسلم على واحد أو السلام عليكم إن كان يسلم على جماعة

Selayaknya kita mengetahui bagian dari hukum masalah salam. Salam adalah ucapan penghormatan bagi kaum muslimin. Redaksinya, bisa dengan ucapan: Assalammu alaik, jika yang diberi salam hanya satu orang atau Assalamu alaikum, jika yang diberi salam sekelompok orang.

Kemudian beliau memberikan rincian,

ويكون بلفظ التعريف السلام عليكم أو السلام عليك ويجوز أن يكون بلفظ سلام سلامٌ عليكم وإن اقتصر على قوله السلام فلا بأس فإن إبراهيم عليه الصلاة والسلام لما رد السلام على الملائكة حين قالوا سلاماً قال سلامٌ أي عليكم سلام وكذلك الابتداء يقول المسلم سلام يعني سلامٌ عليكم أو السلام يعني السلام عليكم ولا بأس في هذا

Hendaknya dengan menggunakan kalimat ‘Assalamu alaikum’ atau ‘Assalamu alaik’. Boleh juga dengan kata; ‘Salam’, ‘Salam alaikum’. Jika hanya dengan kalimat AsSalam, juga boleh. Karena Nabi Ibrahim ketika menjawab salam kepada Malaikat, pada saat malaikat itu mengucapkan ‘Salam’, Ibrahim menjawab ‘Salam’. Maksudnya, ‘Alaikum Salam’ demikian pula, ketika memulai salam. Seorang muslim mengucapkan ‘Salam’, artinya ‘Salam alaikum’. Atau dia mengucapkan, ‘Assalam’, dengan maksud ‘Assalamu alaikum.’ Ini tidak masalah.

Sumber: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_8357.shtml

Ada Sambungannya

Sekalipun kita menyampaikannya dengan satu kata, sebenarnya dia tidak sendirian. Ada sambungannya.

Sebagai ilustrasi, ketika kita bertanya kepada seseorang, ‘Ke mana?’ Ini kalimat tidak lengkap. Tapi kita bisa memahami, maksud ucapan ini adalah ‘Anda mau pergi ke mana?’

Atau kita nunjuk barang di depat penjual, ‘Berapa?’ kita bisa memahami, maksudnya dia bertanya, ‘Barang ini harganya berapa?’

Demikian pula kata ‘Salam’ atau ‘Assalam’. Maksud kita adalah Salam ‘alaikum atau Assalamu alaikum. Sekalipun hanya dengan satu kata, tapi aslinya dia tidak sendirian.

Inilah yang mendasari pendapat Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah.

Allahu a’lam.

, –

..
.

. . -.

.

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Kamis,12 Maret 2015

Print Friendly