Membedakan Haid dengan Istihadhah

Perbedaan Haid dengan Istihadhah

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.

Dokter, saya mau bertanya lagi tentang kesehatan. Saya sebentar lagi 15 tahun dan mengalami masalah pada haid beberapa bulan terakhir ni. Kira-kira tiga atau empat bulan terakhir. Haid saya yang deras suka tiba-tiba jadi sedikit di hari keempat dan tinggal bercak-bercak hingga hari ketujuh atau delapan. Tapi yang bulan ini lebih aneh lagi. Haid saya berhenti di hari ketiga dan hari kempat tinggal bercak-bercak sedikit.

Yang menjadi pertanyaan adalah, saya beberapa kali tidur dengan posisi kedua kaki menghimpit kemaluan, saya pernah tidur dalam posisi ini saat haid tapi baru dua kali merasa sakit karena tidur seperti itu, itu juga saat haid sedang deras derasnya dan saya pikir itu bukan masalah. Tapi yang membuat saya bingung, sekarang ini saat haid sudah tinhgal bercak kecil, saya tidur seperti ini dan merasa sakit seperti sakit haid biasa lalu darah keluar lagi walau tidak terlalu banyak, sekitar lima atau 10 ml lah. Darahnya warnanya cerah tapi kalau didiamkan memang seperti dara haid biasa, menjadi coklat. Rasa sakit itu datang bukan sejwnak setelah tidur dalam posisi salah itu Ustad, tapi beberapa saat setelahnya. Apa in istihadhah karena saya dengar istihadhah adalah darah yang keluar dari urat adzl? Saya 160 cm dengan berat 68

Yang kedua, saya tau wajah itu batasnya sampai tulang dagu. Tapi untuk orang gemuk, tulang dagu bisa berpindah pindah tempat ke bagian kulit yang lain ketika menunduk, menoleh ataupun lainnya. Sedangkan orang yang punya tubuh kurus, karena tak ada lemak, maka tulang dagu tetap pada tempatnya dan tidak mengenai kulit yang lain ketika bergerak. Lalu, bagian mana saja yang harus dibasuh orang gendut ketika berwudhu?

Dan, di kepala kita ada batas sekitar 1 cm berpatasan antara rambut dan telinga yang tidak ditumbuh rambut. Apa itu termasuk kepala? Apa saja batas kepala ketika berwudhu?

Setiap sarung mukena sifatnya sama: kain yang tidak bisa diam di lantai dan terkadang melambai lambai dan membuat kaki wanita trlihat. Tapi kita tidak bisa melihatnya kecualu dengan mendudukkan kepala hingga tengkurap karena celahnya biasanya kecil sekali. Kain mukena seperti berombak dan tak bisa dihindari. Apa itu termasuk aurat, Dokter?

Terimakasih sebelumnya.

Dari: Nabilah

Jawaban:

1. Dari cerita Anda maka sulit diketahui apakah itu darah haid atau istihadhah kecuali dengan melihat dan membedakan ciri darah istihadah dengan ciri-ciri darah haid. Karena haid juga bisa panjang (lama keluar darahnya) bisa juga dalam satu bulan bisa beberapa kal haid dan haid bisa juga tiba-tiba banyak dan bisa tiba-tiba sedikit. Hal ini akibat ketidakseimbangan hormon yang disebabkan oleh stess, pola makan atau pola hidup yang salah.

Cara membedakannya: kita perlu tahu pada prinsipnya darah istihadah adalah darah penyakit dan hampir mirip dengan darah yang keluar ketika terkadi luka, sedangkan darah haid sudah dikenali oleh wanita.

Ciri-ciri darah istihadhah adalah: Warnanya merah, tipis, baunya seperti darah biasa, berasal dari urat yang pecah/putus dan ketika keluar langsung mengental.

2. Wajah adalah apa yang di ketika menhadap (berhadap-hadapan) terlihat oleh yang meilhat, itulah definisi wajah. Sehingga jika Anda ragu-ragu maka Anda bisa melebihkan sedikit dari apa yang Anda basuh. Dan bisa jadi ini adalah was-was dari setan untuk membuat Anda ragu-ragu dan menganggu shalat Anda.

3. Dalam fiqh wudhu , yang dimaksud kepala dalam ayat wudhu adalah meliputi telinga dan tengkuk, jadi membasuh kepala, telinga dan tengkuk sudah “satu paket” disebut kepala. Jadi jarak antara telinga dan kepala itu termasuk kepala dalam fiqh wudhu.

Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahraen (Alumni Fakultas Kedokteran UGM, sedang menempuh spesialis patologi klinik di Fakultas Kedokteran UGM)

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Senin,29 Juli 2013

Print Friendly