Mitos Kakek Sarung

Mitos Kakek Sarung

Bisa berikan pencerahan utk share

Ada seorang kakek yang lagi cari tumbal ilmu hitam. Ciri-cirinya : sudah tua dan membawa sarung yang sebenarnya adaah kain kafan. Jika kita memegang sarung tersebut, roh kita akan tersedot oleh kakek tersebut.

Kakek itu datang setiap jam 3 pagi (dini hari), 4 sore dan setelah Maghrib. Biasanya dia mendatangi rumah-rumah sambil menjajakan sarung yang dipegangnya.

Sudah ada korban di Jalan Mistar, Diski, Tandem dan Sunggal. Waspadalah, jangan sekali-kali membukakan pintu untuk kakek itu. Karena dia bisa mengambil nyawa kita untuk menyempurnakan ilmu hitamnya.

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Kami tidak mengajak anda untuk memeriksa kebenaran berita itu. Terlalu berharga waktu kita untuk menelusurinya. Anggap saja berita picisan yang menjadi racun mitos di masyarakat.

Untuk itu, yang sebenarnya membuat kita prihatin adalah sikap masyarakat yang begitu mudah dihantui dengan mitos. Yang ini mewakili kualitas iman mereka yang terpengaruh dengannya.

Mitos Melemahkan Iman

Seperti itulah karakter mitos. Dihembuskan untuk menimbulkan keresahan dan menakut-nakuti. Sehingga bisa mengendalikan ketergantungan masyarakat untuk mengikuti setiap saran yang disampaikan. Dulu, orang tua menggunakan cara ini untuk membatasi gerak anak-anaknya. Agar mereka tidak melakukan hal yang dilarang secara adat.

Mungkin anda pernah mendengar,

Anak gadis duduk di bawah palang pintu, akan jauh dari jodoh.

Suami tidak boleh bunuh binatang ketika istri hamil

Jangan meludah ke dalam sumur, bisa membuat bibir sumbing,

Belum lagi yang terkait masalah pernikahan.

Karena itulah, tidak ada manusia yang lebih penakut melebihi orang musyrik. Hampir semua sudut kehidupannya tidak lepas dari ancaman. Semua ruang gerak hidupnya menjadi sangat sempit karena dipenuhi dengan pantangan dan ancaman. Semakin musyrik, semakin penuh dengan aturan yang mengikat. Orang menyebutnya dengan kualat (terkena kutukan).

Seolah semua peluang untuk menuju masa depan yang cerah menjadi sangat sulit dan penuh dengan aral rintangan.

Dakwah menuju kesyirikan dengan doktrin semacam ini, sudah ada sejak zaman kaum musyrikin jahiliyah. Bahkan alat yang mereka gunakan untuk mengancam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin adalah ancaman kutukan. Allah berfirman,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ

”Bukankah Allah mencukupi hamba-hamba-Nya (dengan melindungi mereka). Sementara mereka menakut-nakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah.” (QS. Az-Zumar: 36).

Tayangan Mitos

Syirik tidak mengenal peradaban dan teknologi. Dia bisa menggelayuti masyarakat generasi kapanpun, sekalipun mereka melek dengan dunia IT. Terlebih peranan orang kafir yang semakin memperparah keadaan. Tayangan film-film horor, atau film sarat mitos, ternyata berpengaruh.

Anda bisa simak kasus kakek sarung, hanya dengan memegang kafan, nyawa akan tersedot. Mungkin ini terinspirasi sosok Voldemort, musuhnya Harry Potter yang bisa menarik ruh lawannya.

Sudah saatnya anda hindarkan pengaruh film-film tidak bertanggung jawa itu dari ruangan anda.

Tanamkan Tawakkal

Dalam ayat di atas, Allah menanamkan keyakinan pada diri setiap hamba, bahwa Allah-lah satu-satunya yang memberi kecukupan bagi semua hamba-Nya. Kecukupan dalam rizki, kecukupan perlindungan dan keamanan, dst. Allah menegaskan pada ayat di atas,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ

”Bukankah Allah mencukupi hamba-hamba-Nya (dengan melindungi mereka)”

Dengan prinsip ini, sehebat apapun usaha tipuan pembesar kesyirikan atau dukun dalam menakut-nakuti anda, tidak akan membuat anda gentar dengan omongannya. Dengan prinsip ini pula, sehebat apapun pengaruh orang untuk menakut-nakuti anda dengan kualat dan kualat, tidak akan membuat anda bergeming. Karena anda adalah orang yang tawakal. Pasrah kepada Allah, Dzat yang mengatur alam semesta.

Allahu a’lam.

, –

..
.

. . -.

.

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Senin,16 Maret 2015

Print Friendly