Suami Hiperseks, Itu Hebat?

Suami Hiperseks?

Jika ada suami yang hiperseks, apa yg harus dilakukan istrinya? Mudah tertarik dengan wanita, dan selalu minta dilayani. Apa benar, hiperseks itu hebat?

(Anonim)

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan kepada kaum muslimin untuk menyalurkan syahwatnya dengan cara halal. Karena ini merupakan cara paling ampuh, agar manusia tidak menginginkan sesuatu yang haram.

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا رَجُلٍ رَأَى امْرَأَةً تُعْجِبُهُ فَلْيَقُمْ إِلَى أَهْلِهِ ، فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِى مَعَهَا

“Jika seorang lelaki melihat wanita cantik yang menarik hatinya, hendaknya dia segera mendatangi istrinya. Karena apa yang ada di istrinya sama seperti yang ada di wanita itu.” (HR. Ad-Darimi 2270 dan dishahihkan Husain Salim Asad).

Karena alasan ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hubungan badan yang dilakukan pasangan suami istri, sebagai amal soleh yang bernilai sedekah. Sebagaimana ketika itu disalurkan dengan cara yang haram, bisa bernilai dosa.

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

“Dalam hubungan badan kalian, bernilai sedekah.”

Mendengar ini, para sahabat bertanya,

“Apakah ketika kami melampiaskan syahwatnya (dengan istri), kami akan mendapatkan pahala?”

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ

“Bukankah jika kalian salurkan dengan cara yang haram, kalian mendapatkan dosa?. Seperti itu pula ketika kalian salurkan dengan cara yang halal, kalian akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim 2376).

Berdasarkan hadis ini, Imam an-Nawawi menyatakan bahwa menyalurkan syahwat jimak merupakan syahwat yang disukai para nabi dan orang soleh. An-Nawawi menyebutkan beberapa alasan untuk itu,

Beliau mengatakan,

اعلم أن شهوة الجماع شهوة أحبها الأنبياء و الصالحون, قالوا لما فيها من المصا لح الدينية و الدنيوية, و من غض البصر, و كسر الشهوة عن الزنا, و حصول النسل الذي تتم به عمارة الدنيا و تكثر به الأمة إلى يوم القيامة. قالوا: و سائر الشهوات يقسي تعاطيهم القلب, إلا هذه فإنها ترقق القلب

“Sadari bahwa syahwat jimak adalah syahwat yang disukai para nabi dan orang-orang shalih. Mereka menjelaskan, karena dalam jima terdapat berbagai mashalat agama dan dunia, seperti menundukkan pandangan, meredam syahwat dari zina, mendapatkan keturunan, sehingga dunia semakin makmur, dan memperbanyak jumlah umat islam sampai kiamat. Mereka juga menjelaskan, semua syahwat bisa mengeraskan hati jika disalurkan kecuali syahwat ini. Karena syahwat ini bisa melembutkan hati.” (Syarh Arbain an-Nawawi, hlm. 76. Penjelasan hadis ke-25)

Terlalu Sering, Bisa Berbahaya?

Kuat dalam hubungan badan, menjadi kelebihan tersendiri bagi lelaki. Hanya saja tidak disarankan untuk dilakukan terlalu sering, yang itu bisa menyebabkan fisiknya lemah. Bahkan sebagian ulama yang ahli dalam pengobatan ala arab, menyebutkan bahwa terlalu sering jimak, menyebabkan penuaan dini.

Dalam al-Adab as-Syar’iyah, Ibnu Muflih menjelaskan,

ومزاج المني حار رطب، لأنه من الدم المغذي للأعضاء الأصلية، ولهذا لا ينبغي إخراجه إلا لشدة الشهوة، فإن الإكثار منه يطفئ الحرارة الغريزية، ويشعل الحرارة الغريبة، ويسقط القوة، ويضعف المعدة والكبد، ويسيء الهضم، ويفسد الدم، ويجف الأعضاء الأصلية ويسرع إليها الهرم والذبول

Mani adalah campuran zat panas dan basah. Karena mani bersumber dari darah bersih yang mengirim nutrisi makanan ke seluruh anggota badan. Karena itu, tidak selayaknya dikeluarkan kecuali ketika di puncak syahwat. Karena terlalu sering mengeluarkan mani, akan memadamkan instink panas di badan, dan menyulut panas dari luar. Serta menurunkan kekuatan, melemahkan lambung dan liver. Mengganggu pencernaan dan merusak darah. Membuat anggota badan layu, sehingg cepat tua. (al-Adab as-Syar’iyah, 2/385)

Apa yang Harus Dilakukan Istri?

Selama ini tidak membahayakan dirinya atau suaminya, istri wajib memenuhi ajaakn suaminya. Karena ini bagian dari hak suami yang wajib ditunaikan istrinya. Menolak tanpa alasan, bisa bernilai dosa besar.

Keterangan lain, bisa anda pelajari di: Istri Menolak Ajakan Suami untuk Berhubungan

Jadikan keadaan ini sebagai kesempatan bagi istri untuk mendulang pahala. Hadirkan perasaan bahwa dia sedang menunaikan kewajibannya. Sehingga dia tunaikan hajat suaminya juga dengan semangat.

Allahu a’lam.

, –

..
.

. . -.

.

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Rabu, 5 Agustus 2015

Print Friendly