Tanya Jawab Tentang Pemerintah dan Rakyat (5)

Pertanyaan:
Apakah mendoakan kebaikan untuk penguasa termasuk konsekuensi bai’at?

Jawaban:
Di antara konsekuensi tuntutan bai’at, yaitu memberi nasihat kepada penguasa. Dan termasuk bentuk nasihat itu, ialah mendoakan kebaikan untuk penguasa agar diberikan taufik, hidayah dan niat yang baik, amal, dan agar diberikan pembantu-pembantu yang baik. Karena doa termasuk menjadi sebab baiknya penguasa. Dan semoga dia diberikan taufik untuk memiliki menteri yang jujur, yang selalu menolongnya dalam kebaikan dan mengingatkannya kalau lupa, dan menolongnya jika dia ingat.

Ini termasuk menjadi sebab seorang penguasa diberikan taufik oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, wajib bagi rakyat, juga pemuka-pemuka masyaratk agar bekerjasama dengan penguasa dalam hal kebaikan, menghapus dan menghilangkan keburukan, menegakkan kebaikan dengan kata-kata yang baik, dan dengan cara-cara yang baik, serta arahan-arahan yang tepat. Dengan demikian diharapkan kebaikannya pada hari kemudian dan bukan keburukan. Segala tindakan yang menimbulkan keburukan, yang mengakibatkan lebih fatal dari kebaikannya, (maka) tidak boleh dilakukan.

Maksud dan tujuan adanya pemerintahan ialah untuk mewujudkan kemaslahatan yang sesuai dengan syariat dan menolak keburukan. Segala tindakan yang dilakukan seseorang yang menginginkan kebaikan, tetapi akan menimbulkan akibat yang lebih buruk dan lebih munkar dari yang ingin dia hilangkan, maka tidak boleh dilakukan.

Sumber: Majalah As Sunnah Edisi 12 Tahun ke-7 1424/ 2004
Penyuntingan bahasa: Tim Konsultasi Syariah

Materi terkait pemerintah dan rakyat:

1. Orang Kafir yang Tidak Boleh Di Bunuh.
2. Hukum Golput dalam Pemilu.
3. Hukum Pemungutan Pajak Oleh Penguasa.
4. Merubah Kemungkaran Dengan Kekerasan.
5. Nahi Mungkar.

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Sabtu,25 Pebruari 2012

Print Friendly