Untuk Gubernur yang Suka Memaki

Gubernur Kok Berkata Kotor?

Bgmn komentar ustad untuk perkataan kotor gubernur kapir A*ok. Videonya ada di
https://www.youtube.com/watch?v=mqDqFavtjYM&feature=youtu.be. Itupun masih 
ada orang yg terlalu mendewakannya. Termasuk media dan yg benci islam.

Avis – Jakarta

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Sebenarnya kita tidak perlu heran, ketika kalimat semacam ini keluar dari mulut orang non muslim. Karena karakter ini sangat bertentangan dengan iman. Sehingga orang yang tidak beriman, lebih mudah berkata kotor dibandingkan orang mukmin. Dan semakin mukmin seseorang, kata-kata itu akan semakin bersih darinya.

Allah memuji karakter penghuni surga, yang lisan mereka diarahkan untuk hanya mengucapkan yang baik-baik,

وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَى صِرَاطِ الْحَمِيدِ

“Mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.” (QS. al-Hajj: 24)

Sehingga yang keluar dari mukmin, calon penghuni surga adalah kalimat-kalimat indah, pujian kepada Tuhan-Nya, kalimat doa yang menyejukkan, dan jauh dari ucapan kotor.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berkali-kali memuji orang mukmin, karena karakternya yang baik.

Beliau mengibaratkan mereka layaknya lebah,

Dari Abu Razin Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ مَثَلُ النَّحْلَةِ ، لا تَأْكُلُ إِلا طَيِّبًا وَلا تَضَعُ إِلا طَيِّبًا

Orang yang beriman itu seperti lebah, dia tidak makan kecuali yang baik, dan tidak mengeluarkan sesuatu kecuali yang baik. (HR. Ibnu Hibban 247, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Beliau menyebut mereka sebagai orang yang lisannya terjaga,

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلاَ اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلاَ الْبَذِىءِ

Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, ngomong kotor dan bicara jorok. (HR. Turmudzi 2105, Ibnu Hibban 192 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Karena itu, sebenarnya anda tidak perlu heran ketika kalimat semacam itu, keluar dari orang yang tidak punya iman. Atau mereka yang mengaku mukmin tapi beraqidah menyimpang. Anda boleh saja heran, ketika di Indonesia ada pejabat dengan lisan sekotor itu.

Media, Kapan Taubatnya?

Untuk kesekian kalinya, kami menekankan agar kita bersikap suudzan kepada media masa. Sebagian besar, atau bahkan mungkin semuanya menyudutkan islam dan mendukung kebatilan. Dengan tingkat keparahannya berbeda-beda.

Barangkali ini pembenar sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,  

سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: “السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ”

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh penipuan. Pendusta dianggap benar, sementara orang yang jujur dianggap dusta. Pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa itu Ruwaibidhah?”. Beliau menjawab, “Orang bodoh (masalah agama) yang turut campur dalam urusan masyarakat.” (HR. Ahmad 7912, Ibnu Majah 4036, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3715, dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).

Beberapa pemimpin terbaik dan wali kota di Indonesia, kita jarang mendengar ada media yang mengangkatnya. Fenomena walikota yang melarang perayaan valentine, media liberal bungkam darinya.

Beberapa prestasi walikota, hanya tinggal kenangan. Terlebih yang menguntungkan kaum muslimin. Jarang kita jumpai  ada pencitraan media. Giliran pemimpin bermasalah, mereka bela dan mereka angkat namanya. Hingga ada yang disamakan dengan Khalifah Umar. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Burung hanya akan berkumpul bersama kawanannya. Munafik hanya akan membela kekufuran dan kebatilan,

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf. (QS. at-Taubah: 67)

Zaman perang opini. Siapa kuat teriakannya, dia berkuasa. Sayangnya, media liberal cukup culas mengolah kata. Dan inilah bagian yang dikhawatirkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ

Keadaan yang paling aku takutkan menimpa umatku, setiap orang munafik yang pinter bicara. (HR. Ahmad 143 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Media Liberal kok Dipercaya?

Perjalanan media yang demikian buruk, selayaknya menjadi pelajaran bagi kita, bahwa mereka sangat tidak layak untuk dipercaya. Tinggalkan mereka jika anda tidak ingin diarahkan ke jalan menjijikkan.

ومن يكن الغراب له دليلاً

يمر به على جيف الكلاب

Siapa yang menjadikan gagak sebagai penunjuk jalan

Pasti dia akan mengarahkan ke jalan yang melewati banyak bangkai anjing

Berdoalah untuk kebaikan bangsa… negeri yang dihuni 183 juta umat islam. Semoga tidak menjadi bulan-bulanan orang munafik dan orang kafir.

Allahu a’lam

, –

..
.

. . -.

.

———-

Sumber: www.konsultasisyariah.com – Jumat,20 Maret 2015

Print Friendly