Hukum Mengangkut Buku-buku Ahlul Bid’ah

Oleh: Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi

Soal:

Saya menyediakan jasa pengangkutan barang. Bolehkah saya mengangkut barang-barang milik seorang pedagang barang-barang semacam mushaf, parfum, majalah-majalah ilmu syar’i karya ulama yang sudah dikenal dengan komitmennya terhadap sunnah –baik yang terdahulu maupun ulama sekarang-, namun kadang-kadang pedagang itu memasukkan beberapa buku ahlul bid’ah atau orang yang belum dikenal (manhajnya)?


Jawab:

Aku memandang bahwa mengangkut buku-buku ahlul bid’ah dan orang yang majhul (tidak dikenal manhajnya –ed) adalah termasuk perkara ta’awun (tolong-menolong) dalam perkara dosa dan permusuhan. Menurutku, janganlah engkau mengangkutnya. Tinggalkan orang ini dan cari yang lainnya.

Sungguh pintu-pintu rezeki terbuka, anda bisa mengangkut barang-barang semisal sayur-sayuran atau barang lainnya yang tidak ada perkara yang syubhat dan haram.

(Diterjemahkan untuk blog ulamasunnah.wordpress.com dari Kitab Al-Hatstsu Alal Mawaddah wal I’tilaf , halaman 38)

———-

Sumber: ulamasunnah.wordpress.com  | Senin,18 Pebruari 2008

Print Friendly