Siapakah Ahlussunnah Wal Jama’ah Itu?

Oleh: Asy Syaikh Abdurrazzaq Afifi

Soal:
Siapakah mereka ahlussunnah wal jama’ah itu? Dan kelompok-kelompok apakah yang menyimpang dari jalan ahlussunnah?

Jawab:
Ahlussunnah wal jama’ah adalah orang-orang yang berada di atas apa-apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berada di atasnya. Dengan mengamalkan Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’, maka dalil-dalil yang shahih dan sharih (jelas) dari Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ yang sampai kepada mereka maka peganglah dengan kuat.

Adapun pada perkara-perkara ijtihad dan pembahasan maka bahaslah. Apabila pembahasan berakhir pada kesepakatan (maka itu yang diharapkan) maka diamalkan sesuai dengan ijtihadnya tanpa mendengki atau memusuhi atau mencela orang yang menyelisihinya dalam perkara tersebut sebagai propaganda terhadap ukhuwah islamiyyah.

Adapun orang-orang yang berpecah belah dan saling berselisih maka merekalah orang-orang yang tidak percaya terhadap apa yang disebutkan dari dalil-dalil yang shahih dan jelas atau mereka tidak mengembalikan apa yang mereka perselisihkan dari perkara-perkara ijtihad kepada dalil-dalil yang shahih dan jelas itu.

Masing-masing mereka kagum dengan pendapatnya atau pendapat orang yang sepakat dengannya, dan tidak akan rujuk dari pendapatnya bahkan mendukungnya dan berperang demi membela pendapatnya tersebut.

Adapun sumber perpecahan dan perselisihan adalah dari persangkaan dan hawa nafsu serta mengedepankan akal daripada dalil yang shahih.
Awal mula kelompok sesat yang nampak adalah Khawarij dan Syi’ah, yang para sahabat telah memerangi khawarij tanpa ada perselisihan dari mereka tentang hal tersebut. Demikian pula Ali telah membakar orang yang berlebih-lebihan kepada beliau dari kalangan Syi’ah dan beliau juga ingin membunuh Abdullah bin Saba’ akan tetapi ia berhasil lolos. Induk kelompok-kelompok bid’ah ada lima: Khawarij, Syi’ah Rafidhah, Qadariyyah, Murji’ah, dan Jahmiyyah.

Dinukilkan dari Ibnul Mubarak bahwasanya Jahmiyyah adalah orang-orang kafir, mereka tidak termasuk ke dalam 72 kelompok. Hal ini dibangun (dipahami) apabila 72 tersebut tidak kafir dengan kebid’ahan. Adapula ulama yang datang belakangan ada mengkafirkan seluruh kelompok tersebut. Dan yang telah diketahui dari salaf secara mutlak adalah pengkafiran jahmiyyah yang murni.

Adapun pengkafiran Khawarij dan Syi’ah rafidhah terdapat perbedaan pendapat. Demikian pula Qadariyyah yang menolak Ilmu Allah dan penulisan takdir maka telah kafir. Adapun kalangan mereka yang menetapkan keduanya dan meniadakan penciptaan Allah terhadap perbuatan-perbuatan hamba maka termasuk orang yang fasik.

(Dinukil untuk blog ulamasunnah dari buku Melepas Belenggu Fanatisme Golongan, Majmuatul Ulama, Editor: Ustadz Qomar Suaidi, Lc, penerbit Al Husna, Jogjakarta)

———-

Sumber: ulamasunnah.wordpress.com  | Senin, 2 Maret 2009

Print Friendly