Antara Kuliah Kedokteran dan Belajar Ilmu Agama

Oleh: Al Lajnah Ad Daimah

Soal:
Saya seorang mahasiswa kedokteran di Universitas Al Azhar. Studi saya di kuliah tersebut telah menyita banyak waktu serta kerja keras saya. Hanya tersisa sedikit waktu bagi saya untuk belajar agama. Bagaimana saya menjadikan studi dan kehadiran saya di perkuliahan sebagai ibadah kepada Allah, agar Allah menganugerahkan kebaikan dan barakah dari sisi-Nya, serta membukakan bagi kami pintu ilmu dan taufik dari-Nya, agar saya dapat menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi kaum muslimin setelah studi saya, serta menguatkan barisan Islam?

Berilah faedah kepada kami dengan jawaban yang jelas. Semoga Allah ta’ala membalas kebaikan kalian.

Jawab:
Wajib bagi setiap muslim untuk mempelajari perkara agamanya, yaitu apa-apa yang dia butuhkan untuk menegakkan urusan agamanya. Dan tidak boleh dia menyibukkan dirinya sehingga tidak mempelajari agama ini. Belajar ilmu kedokteran adalah fardhu kifayah, adapun belajar agama adalah fardhu ‘ain, tergantung dengan apa yang dibutuhkan oleh kaum muslimin. Fardhu ‘ain itu diprioritaskan daripada fardhu kifayah.

Maka wajib bagi Anda untuk belajar agama yang wajib untuk dipelajari. Dan tidaklah belajar agama ini akan menghambat Anda belajar ilmu kedokteran. Dan mungkin bagi Anda untuk menjadikan studi kedokteran sebagai ibadah, bahwa Anda belajar dengan ikhlas hanya untuk Allah, dengan niat agar bisa bermanfaat bagi diri Anda sendiri dan juga bagi kaum muslimin. Dan agar memenuhi kebutuhan umat dalam masalah kesehatan serta perawatan orang-orang yang sakit seizin Allah subhanahu wata’ala. Dengan demikian, studi Anda akan menjadi ibadah bila disertai dengan niat yang baik.

Wabillahit taufiq, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, serta para sahabat beliau.

Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Ilmiyah wal Fatwa Komite Tetap Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa

Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz
Wakil: Abdurrazzaq Afifi
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Anggota: Abdullah bin Qu’ud

(Diterjemahkan untuk blog http://www.ulamasunnah.wordpress.com dari Fatawa Lajnah Ad Daimah nomor 8849)

———-

Sumber: ulamasunnah.wordpress.com  | Selasa,17 Maret 2009

Print Friendly