Jauhilah Sikap Hasad (1)

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Hasad adalah seseorang membenci nikmat ALLAH subhanahu wa ta’ala kepada seseorang, misalnya anda tidak menyukai ALLAH subhanahu wa ta’ala memberi kepada orang ini nikmat berupa harta, anak, istri, ilmu, tekun beribadah atau nikmat-nikmat yang lain dan sama saja kamu berangan-angan supaya nikmat itu hilang atau tidak.

Meskipun sebagian ulama’ mengatakan bahwa hasad adalah seseorang berangan-angan supaya kenikmatan ALLAH subhanahu wa ta’ala yang ada pada seseorang hilang, namun yang seperti ini lebih buruk dan lebih parah. Dan kalau tidak demikian, maka hanya sekedar kebencian seseorang terhadap kenikmatan ALLAH kepada orang lain sudah tergolong hasad.

Hasad adalah salah satu perangai orang-orang Yahudi sehingga siapa saja yang mempunyai sifat hasad maka dia telah meniru gaya hidup mereka wal iyyadzubillah, ALLAH subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ

“Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri”. (QS Al-Baqarah:109).

Dan ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ فَقَدْ آَتَيْنَا آَلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآَتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا

“ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang ALLAH telah berikan kepadanya? sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar”. (QS An-Nisa:53).

Tidak ada perbedaan antara kebencianmu terhadap apa yang dikaruniakan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala kepada orang lain supaya nikmat itu berpindah kepadamu atau supaya hilang dari saudaramu walaupun tidak berpindah kepadamu. (Bersambung)

(Diterjemahkan dari Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin,

———-

Sumber: ulamasunnah.wordpress.com  | Minggu,17 Pebruari 2008

Print Friendly