Jauhilah Sikap Hasad (3)

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Jika ada yang bertanya: “Terkadang seseorang mendapatkan dalam jiwanya keinginan untuk unggul atas yang lain dalam hal kebaikan, apakah ini termasuk hasad?”

Jawabannya adalah itu bukan termasuk dari hasad bahkan itu termasuk berlomba-lomba dalam kebaikan, ALLAH subhanahu wa ta’ala berfirman,

لِمِثْلِ هَذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ
“Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja”. (Ash-Shoffat:61). Dan firman-Nya,

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba”. ( Al-Muthaffifin:26).

Apabila ada seseorang yang menyukai untuk lebih unggul dari yang lain dalam hal kebaikan maka sama sekali bukan termasuk hasad, karena hasad adalah membenci kebaikan yang ada pada orang lain.

Ketahuilah bahwa hasad mempunyai beberapa tanda, di antaranya adalah seorang yang hasad senantiasa menutupi keutamaan orang lain, jika ada orang yang berharta yang meninfakkannya untuk kebaikan berupa sedekah, membangun msjid, memperbaiki jalan, membeli kitab lalu memberikannya kepada para penuntut ilmu atau kebaikan yang lainnya maka anda mendapatkan orang yang penuh hasad, jika manusia memperbincangkan orang baik ini maka dia akan diam seolah-oleh dia tidak mendengar apapun.

Jelas orang ini mempunyai hasad karena orang yang menyukai kebaikan akan menyukai orang lain untuk mendapatkan kebaikan, makanya jika anda melihat ada seseorang membicarakan para pelaku kebaikan dengan sikap yang adil dan pujian terhadap mereka seraya menyatakan bahwa si fulan orang yang baik nan mulia maka ini menunjukkan kebaikan kalbunya dan selamatnya dia dari sifat hasad, kita memohon kepada ALLAH subhanahu wa ta’ala supaya melindungi kita dari hasad, akhlaq dan amalan yang munkar.(Selesai)

( Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin)

———-

Sumber: ulamasunnah.wordpress.com  | Minggu,17 Pebruari 2008

Print Friendly