Salafy yang Kasar (Pentingnya Berakhlaq Mulia dalam Dakwah)

Oleh: Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Soal:
Kami dapati beberapa orang salafy demikian kasar dalam ucapan, dakwah, serta bersikap keras kepada keluarga mereka. Dan apabila dia melihat orang yang bukan dari kelompoknya, ekspresi mereka sinis, di mana ini berbeda dari apa yang kami dapati dari orang-orang IM (ikhwanul muslimin). Kami sangat kurang dalam berakhlak mulia, oleh karena itu kami sungguh membutuhkan nasehat darimu, jazakallahu khairan.

Jawab:
Ini adalah permasalahan yang penting, dan penting pula saling menasehati tentang akhlak yang mulia, Allah subhanahu wata’ala berfirman tentang Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam,

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ (٤)

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al Qalam: 4)

Dan Allah ta’ala juga berfirman,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (١٥٩)

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Ali Imran: 59)

Dan salafi (yang kasar) ini mungkin baru mulai belajar. Biasanya orang yang baru belajar itu agak ‘bersemangat’ dan ‘keras’ –baik dia salafi maupun ikhwani. Dan inilah yang kami dan juga orang selain kami dapatkan dari pengalaman yang ada.

Sebaliknya, alhamdulillah, ikhwah dapat bergaul dengan baik dengan saudara-saudara mereka di Hudaydah, Ta’iz, Aden, dan Hadramaut. Masyarakat menerima dan menyambut mereka dengan kecintaan dan rasa hormat. Ini adalah bukti bahwa mereka menunjukkan akhlaq yang baik dan mulia. Allahul musta’an, hanya Allah-lah tempat meminta pertolongan.

(Sumber: Ghaaratul-Asyrithah `alaa Ahlil-Jahli was-Safsatah – Jilid 1, halaman 98. Diterjemahkan untuk blog http://www.ulamasunnah.wordpress.com dari http://www.fatwa-online.com/fataawa/miscellaneous/dawah/0081031.htm)

———-

Sumber: ulamasunnah.wordpress.com  | Kamis, 5 Pebruari 2009

Print Friendly