Engkau Tidak Sanggup Berpuasa? Jangan Berkecil Hati Saudariku…

Bulan Ramadhan telah menghampirimu, ingin rasanya engkau menyambut dengan berbagai ketaatan di dalamnya, ingin rasanya engkau juga berpuasa seperti yang lainnya.

Akan tetapi ternyata engkau sedang mendapati tugas yang sangat mulia, ada diantara kalian yang sedang hamil atau menyusui buah hatinya. Hingga ketika engkau mencoba untuk berpuasa dan telah berpuasa dan di tengah perjalanan belum lagi setengah harinya tubuhmu tidak kuat menanggungnya.

Ada diantara saudariku yang tak hentinya muntah hingga tak berdaya, ada yang setelah sang buah hati menghisap air susunya maka keadaan disekelilingnya berubah berwarna kuning semua hingga terkapar tidak sadarkan diri.

Maka berbuka adalah jalan keluar yang telah Allah berikan untukmu…
Terlepas dari apakah engkau akan mengqadanya di lain hari atau membayar fidyah maka saya tidak ingin membahasnya disini.

Karena saya hanya ingin sedikit mengurangi kesedihan hatimu yang tidak bisa seperti saudarimu yang lainnya dengan keadaan yang sama tapi mereka sanggup berpuasa tanpa hambatan.

Janganlah engkau berkecil hati wahai saudariku yang mulia… Ingatlah Allah sangat mencintai dirimu, karena amanah yang ada di dalam kandunganmu saat ini atau buah hati yang sedang menyusu darimu…

Setiap hamba-hambaNya Allah berikan kelebihan dan kekurangan. Sehingga bersykurlah kita pada kelebihan dan kekurangan yang Allah berikan kepada diri kita karena seorang mukmin dan mukminah tidaklah pernah ada buruk sangka pada hati mereka terhadap Sang PenciptaNya.

Berhentilah menyalahkan dirimu yang lemah tidak seperti fulanah yang bisa puasa penuh selama ramadhan padahal ia hamil atau ia menyusui buah hatinya.

Wahai saudariku… Allah lah yang lebih tahu yang terbaik untukmu. Karena itu bersyukurlah dan nikmati rukhsah yang telah Allah berikan ini untukmu dan jangan mencela dirimu karena secara tidak langsung engkau mencela apa yang telah Allah berikan padamu. Yaitu kelemahan fisikmu bukanlah salahmu bila mana engkau telah berusaha ternyata sampai disitulah hasilnya… Allah lebih tahu tentang usaha dan ikhtiarmu janganlah engkau gundah dan resah, pasrahkanlah padaNya.

Ketahuilah, masih banyak kebaikan yang bisa engkau kerjakan. Kita masih bisa mengisinya dengan tilawah Al-qur’an, berdzikir, bersedekah, memberi sedekah untuk berbuka puasa sehingga kita masih bisa mendapatkan pahala puasa dari orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun dan kita masih bisa mengerjakan shalat tarawih, beribadah pada malam laylatul qadar, memperbanyak do’a semoga kita bisa meraih ampunanNya semoga kita tidaklah keluar dari bulan yang penuh berkah ini melainkan telah diampuni dosa-dosa kita.

Dimana Rasul kita bersabda :

Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadhan / shalat Tarawih dengan dasar iman dan ikhlas (mengharapkan pahala), maka diampuni baginya dosa yang telah lampau”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan barangsiapa yang beribadah pada malam ‘Lailatul qadar’ semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Masih banyak bentuk ketaatan lainnya yang terbuka untuk kita, mari kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya wahai saudariku sehingga rasa sedih bisa berlalu dari hatimu, tidaklah Allah menutup satu pintu untukmu melainkan IA selalu membukakan banyak pintu lainnya untukmu, marilah kita sambut dan masuki pintu-pintu itu…

Nasehatku untuk saudariku yang dengan ijin Allah sanggup berpuasa tanpa hambatan walau dalam keadaan hamil atau menyusui, aku ucapkan, selamat untukmu. Hendaklah engkau banyak bersyukur padaNya karena Allah telah memudahkan ini semua untukmu.

Semoga puasamu diterima dan pintu rayyan menyambutmu… Jangan sekali-kali engkau berbangga diri karena kekuatan yang telah Allah berikan padamu dan memandang remeh pada saudarimu yang tidak sanggup menunaikan ibadah puasa di bulan ini. Lalu engkaupun menyamakan dirimu dengannya dan memaksakan saudarimu untuk mengikutimu…

Wahai saudariku, tubuhmu tidaklah sama dengan tubuh saudarimu yang tidak sanggup berpuasa, maka bila ia telah berusaha keras dan tidak berhasil terlebih bila ia telah mendapatkan keterangan dokter yang menyuruhnya untuk berbuka maka tahanlah lisanmu janganlah engkau menjadi mufti kedokteran yang lebih ahli dari dokter itu sendiri.

Ingatlah bahwa itu semua adalah kehendak, taufik dan karuniaNya padamu sehingga engkaupun bisa berpuasa dengan mudah.Tanpa itu semua kita tidak akan sanggup beribadah padaNya dengan baik.

Bukankah Nabi kita senantiasa berdoa agar Allah menolong beliau untuk senantiasa berdzikir padaNya, bersyukur padaNya dan memperbagus ibadah untukNya?

Karena itu tak ada tempat bagi setiap hamba-hambaNya yang beriman untuk membanggakan diri. Itu semua terjadi atas ijin dan kehendakNya maka marilah kita senantiasa mendawamkan rasa syukur kita padaNya.

Rabb kita telah berfirman dalam surat Al Insan ayat 30 semoga kita bisa merenungkan dan mengambil pelajaran dari firmanNya yang mulia ini:

“Dan kamu tidak mampu kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Ingatlah, kita ini bukan siapa-siapa tanpaNya.

Wallahu’alam bish-shawwab.

__________________________
Ummu Raihanah, Sydney

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Jumat,11 Juli 2014/13 Ramadhan 1435H

Print Friendly