Informasi Penting Bagi Ibu

Mendapatkan anugerah dari Allah Ta’ala berupa kehadiran sang bayi ditengah-tengah keluarga kita merupakan nikmat yang harus kita syukuri bersama.Terutama bagi calon ibu baru , informasi mengenai hal yang berhubungan dengan sang buah hati merupakan kesempatan yang tidak bisa dilewatkan begitu saja …bagi ukhti-ukhti semua beberapa hal dibawah ini perlu kita ketahui agar bayi kita kelak tumbuh sehat dan cerdas insya Allah…

Beberapa point penting yang harus diketahui seorang ibu yang
tengah menyusui bayinya baik melalui ASI maupun susu botol :

A.BAYI YANG KEKURANGAN MAKAN

Jika bayi kurang minum susunya, bayi akan kurus.Berat badannya tidak naik-naik.Mungkin disertai pucat, lesu, dan lemah. Gerakan bayi kurang dan tampak malas bermain.Jika keadaan ini dibiarkan, lama-kelamaan bayi akan kekurangan gizi.Bukan hanya kekurangan kalori atau tenaga, tetapi juga kekurangan vitamin dan mineral. Kekurangan vitamin A yang paling ditakuti karena dapat berakhir dengan kebutaan.

B.BAYI YANG KELEBIHAN MAKAN

Bayi yang kelebihan makan juga tidak baik.1Kondisi ini sering ditemui pada bayi yang diberi susu kaleng. Kita tahu kadar lemak susu sapi lebih tinggi dari lemak ASI. Jika takaran susu kalengnya melebihi ketentuan, bayi kelebihan lemak. Kelebihan lemak disimpan menjadi lemak badan sehingga bayi menjadi kegemukan. Perlu diketahui, jika terjadi kelebihan kalori sebanyak 500 kal/hari maka dalam seminggu berat badan bayi akan naik menjadi 500 gr.

Kejadian tersebut banyak dialami bayi diperkotaan.Bayi diperkotaan cenderung mendapat susu botol. Lebih-lebih didaerah yang beriklim panas. Di daerah beriklim demikian, kebutuhan bayi terhadap air meningkat. Bayi yang haus bukan diberi air minum, melainkan diberi susu. Jika setiap kali kehausan diberikan susu, bayi akan kelebihan susu.Bayi akan kelebihan makanan sehingga menjadi terlalu gemuk.

Bahaya lain dari kegemukan adalah bayi akan menolak makanan tambahan. Padahal makanan tambahan diperlukan untuk melengkapi zat gizinya. Ibu bisa mengeluh jika bayinya tak mau makan. Bayinya menolak bubur susu atau nasi timnya ataupun yang lainnya. Kemungkinan ini terjadi karena sang bayi sudah kelebihankalori dari lemak susunya.

Tidak jarang ibu malah memberikan vitamin atau perangsang nafsu makan. Ini tentu keliru, karena yang perlu dilakukan adalah mengurangi takaran susunya. Disamping itu, ibu harus mengubah pola makan bayinya sehingga keadaan-keadaan yang tidak normal bisa dicegah. Dengan berkurangnya lemak susu, bayi akan berselera kembali menerima makanan lainnya, insya Allah.

C. BAYI GEMUK TIDAK SELALU SEHAT

Kebanyakan sebagian dari kalangan ibu-ibu msih beranggapan keliru yaitu diantara mereka ada saja yang masih beranggapan bahwa bayi yang sangat gemuk itu bayi sehat. Padahal sesungguhnya bukanlah demikian. Justru bayi yang tidak gemuklah yang sehat. Caranya, dengan tidak memberinya makan berlebihan agar tidak membebani pencernaan. Pemberian makanan yang berlebihan juga membuat bayi rawan terhadap jantung dan otak.

D.GUMOH (MUNTAH KECIL)

Gumoh atau muntah kecil sehabis minum susu masih dianggap normal pada bayi sampai usia enam bulan. Itu hanya tanda bahwa bayi sudah kekenyangan atau banyak udara yang tertelan. Untuk mencegah gumoh, perbaiki cara menyusui sang bayi. Apabila ukhti menyusui bayi dengan susu kaleng maka letakkan kepala bayi anda dengan letak botol susunya searah dengan mulut. Bibir bayi mengulum seluruh pangkal dot susunya.Botol susu ditunggingkan dulu sebelum dimasukkan ke mulut bayi agar tidak ada udara bebas terjebak didalam botol susu yang ikut terisap. Atau apabila ukhti menyusui sendiri, maka bibir bayi harus mengulum seluruh lingkaran puting susu  tersebut.Dengan demikian tidak banyak udara yang masuk. Sehingga resiko gumoh atau muntah kecil setidaknya dapat sedikit dihindari.

E. SENDAWA

Bayi  ukhti mungkin mengisap masuk udara ketika menyusu. Jumlah udara yang terisap beragam.Bayi yang menyusu dari botol cenderung menelan lebih banyak udara dibandingkan yang menyusu dari payudara, tetapi hal ini tidak dengan  sendirinya menjadi masalah.Buatlah bayi anda bersendawa bila memang perlu. Caranya pegang tegak lurus sang bayi bersandar pada dada anda lalu perlahan-lahan tepuk-tepuk atau usap-usap punggungnya. Jangan menepuk atau mengusap terlalu keras, karena ukhti dapat membutanya tersentak sehingga ia memuntahkan susunya. Gerakan mengusap kearah atas secara lembut biasanya lebih disukai dibandingkan tepukan yang keras.Gerakan kecil ini melepaskan uadara dilambung sang bayi. Jika ia dipegang  tegak tidak akan ada susu yang naik bersamaan dengan udara. Jika ukhti langsung membaringkannya ditempat tidur tanpa dibuat bersendawa terlebih dahulu mungkin ia akan memuntahkan sebagian susu yang diminumnya atau udara akan masuk kedalam usus besarnya dan mengakibatkan rasa tidak nyaman atau yang lebih dikenal dalam istilah kedokteran dengan nyeri kolik.

F.SEMBELIT

Tinja bayi yang baru lahir masih encer dan belum berbentuk. Setelah bayi berumur seminggu, tinjanya mulai sedikit padat dan berbentuk. Namun, bayi yang diberi susu botol, tinjanya berbeda dengan bayi yang diberi ASI.Tinja bayi yang diberi ASI lebih lembek dibanding bayi yang minum susu botol. Warnanya pun agak berbeda.

Bayi yang sehat, buang air besar 1-2 kali dalam sehari.Kadang-kadang baru buang air setelah 36-48 jam sekali. Inipun masih dianggap normal.Namun, lebih sering terjadi bayi mengalami sembelit.Jika lebih dari 2 hari tidak buang air, mungkin bayi kurang minum. Bayi kecil perlu juga diberi air minum.Jika bayi sudah lebih besar, baru perlu diberi tambahan jenis makanan yang berserat. Gangguan diatas baik sembelit ataupun muntah kecil (gumoh) tidak dapat diabaikan begitu saja karena terkadang dapat mengganggu pola makan dan kecukupan makanan bayi sehingga keadaan-keadaan yang tidak normal ini harus dicegah. Jika dialami juga, upayakan segera diatasi.Mudah-mudahan informasi diatas bermanfaat bagi ukhti semua.

Dikirim oleh:Ummuraihanah (sydney)

Sumber:

1.Pengalaman pribadi

2.Minggu-minggu pertama kehidupan,Arcan, jakarta

3.Makanan sehat untuk bayi, Puspa Swara

 

 

 

 

 

                    

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Sabtu,12 Juli 2003/12 Jumadil Awal 1424H

Print Friendly