Benarkah Tidak Boleh Menunjuk Hidung Orang Yang Salah Dalam Manhajnya

 

BENARKAH TIDAK BOLEH MENUNJUK HIDUNG ORANG YANG SALAH DALAM MANHAJNYA

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah

| | |

Pertanyaan: Muncul syubhat lain yang mengatakan: “Jika engkau mentahdzir orang yang salah manhajnya maka jangan engkau sebut namanya, karena ini bukan termasuk manhaj Salaf. Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi was sallam jika ingin mentahdzir seseorang beliau cukup mengatakan: “Kenapa ada kaum yang berbuat demikian dan demikian?!” Maka bagaimana bantahan Anda terhadap syubhat ini wahai Syaikh kami?

Jawaban:

Seringnya hal semacam ini saja tidak bermanfaat. Jika benar-benar bermanfaat maka tidak mengapa, namun jika tidak bermanfaat maka harus menunjuk hidung. Hal ini seperti sabda Rasulullah shallallahu alaihi was sallam:

أَفَتَّانٌ أَنْتَ يَا مُعَاذُ؟

“Wahai Mu’adz, apakah engkau akan menjadi juru fitnah?!” [1]

Beliau dengan jelas menyebut namanya, dan ketika ada seseorang berkhutbah maka beliau mengatakan:

بِئْسَ الْخَطِيْبُ أَنْتَ.

“Sejelek-jelek khatib adalah engkau.” [2]

Dan ketika sebagian orang ada yang menentang hukum beliau terhadap janin yang terbunuh dan orang tersebut membawakan ucapan yang bersajak, maka beliau berkata:

إِنَّمَا هَذَا مِنْ إِخْوَانِ الْكُهَّانِ.

“Sesungguhnya orang ini termasuk teman para dukun.” [3]

Jadi menunjuk hidung terkadang terpaksa dilakukan oleh seorang dai yang menyampaikan nasehat bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin dan mereka secara umum.

Jika secara disampaikan secara global telah mencukupi maka tidak mengapa. Namun jika hal itu tidak cukup, maka harus menyebutkan dan mentahdzir orangnya dengan menunjuk hidung dan menyebutkan kesalahannya serta menyebutkan kitabnya yang berisi kesalahan tersebut.

Keterangan:

[1] HR. Al-Bukhary (705) dan Muslim (465)
[2] HR. Al-Bukhary (713) dan Muslim (418)
[3] HR. Al-Bukhary (5758 dan 6910) dan Muslim (1681)

Sumber artikel:
Kasyfus Sitaar, hal. 66-67

Alih bahasa: Abu Almass –syafahullah–
Senin, 4 Sya’ban 1435 H

———-
Sumber: Forum Salafy – www.forumsalafy.net – Selasa, 3 Juni 2014/4 Sya’ban 1435H

Print Friendly