Jilbabku Surga Duniaku Jangan Pisahkan Aku Darinya

Untuk sahabatku ukhti muslimah puisi ini kubuat………

Pada kedua orangtuaku yang mulia semoga Allah memberkahi mereka berdua dunia dan akhirat…

Pada jilbab kutemukan surga duniaku… Ketenangan hatiku ketika mematuhi perintahNya…

Tak ingin aku melepasnya ketika keluar rumah walau sesaat…

Karena padanya kecintaan dan keridhaan Rabbku pasti kudapat…

Tidaklah aku ingin mengenakannya karena ingin menjadi muslimah yang ta’at…

Sungguh aku yakin bila kedua orangtuaku mendapatkan hidayah dari Rabbbku pasti keduanya akan menyuruhku menutup aurat…

Pada suamiku yang belum memahami kewajiban jilbab sebagai penutup aurat ialah beda dengan kerudung kecil yang terpasang diatas kepala begitu ketat…

Melilit melingkari leher ditambah lengan panjang dan celana ketat…

Bukan disitu nilai menutup aurat…

Justru kan kau lihat laki-laki akan tertarik pada penampilan yang sangat hebat memikat… Karena lekuk tubuh tergambar jelas dan menaikkan syahwat…

Kan bertambah dosamu jika banyak kaum lelaki yang melihat istrimu keluar rumah dengan pakaian ini karena ia sejatinya pakaian syahwat…

Sanggupkah engkau memanggul dosa-dosa ini di hari kiamat?

Sejatinya jilbab yang kujulurkan keseluruh tubuhku adalah untuk menutupi bagaian tubuhku yang memikat…

Sehingga ketika mereka melihat pada anak perempuanmu atau istrimu tak ada tempat di hatinya untuk berfikiran maksiat…

Ketika mereka melihat pada putrimu atau istrimu maka hati mereka tak ada syahwat…

Jilbabku kehormatan dan mahkotaku dunia dan akhirat….

Tak kan ku pedulikan ucapan manusia yang melihatku dan menghujat…

Kujadikan ia bekal kebaikan untuk menggugurkan dosa-dosaku yang menggunung agar Allah berkenan memberikan ampunan untukku di hari kiamat…

Takkan kutanggalkan mahkotaku ini karena nilai dunia yang sesaat…

Ia jauh lebih mahal dari itu semua walau hidupku terlihat hina dan miskin di mata manusia tapi itu hanyalah sesaat…

Sekiranya aku bersabar Allah pasti akan memberikan kebahagiaan yang tak ternilai untukku di dunia dan diakhirat…

Hidup yang sejati hakikatnya hidup di akhirat, karena itu kuminta Rabbku agar melimpahkan padaku surga dunia dan akhirat

Surga dunia berupa ketenangan, ketaatan, keridhaan dan kecintaanku pada Rabbku sepanjang hayat

Walau dengannya aku harus membayarnya dengan sangat mahal karena surga akhirat nilainya tak sebanding dengan dunia yang hina dan fana…

Karena itu wahai suamiku… Setelah engkau menikahiku maka kumohon janganlah engkau memintaku untuk memangkas ukuran jilbabku demi membantumu mengejar dunia yang akan kita tinggalkan…

Dunia hanya memberikan padamu kesenangan sesaat…

Adapun penyesalannya sepanjang hayat…

Hidup yang sebenarnya belum lagi kita mulai wahai ayah dan ibuku wahai suamiku….

Kehidupan yang hakiki adalah kehidupan di akhirat nanti karena itu marilah kita menaati perintah Ilahi…

Jilbabku adalah sarana bagiku untuk menggapai kebahagiaan kehidupan abadi…

karena itu marilah kita bekerja sama menggapai ridha Ilahi…

Bila yang kalian takutkan perkara kemiskinan dan urusan dunia yang akan segera kita tinggalkan…

Maka kemiskinan justru akan memendekkan waktu kita di akhirat untuk segera memasuki surgaNya yang penuh kenikmatan

Mari kita bersabar atas ujian di dunia ini karena ujian di akhirat lebih panjang menyiksa, melelahkan, dan mengerikan

Tak ada apa-apanya dengan nilai kesulitan dan musibah dunia karena ada akhir dan ujungnya adapun akhirat tak ada kesudahan

Semoga kita bisa menjadi hambaNya yang cerdas dan berselera tinggi yaitu mengangankan dan menginginkan surga FirdausNya yang abadi…
Ummu raihanah, Ramadhan, 2014

———-
Sumber: JILBAB.OR.ID – www.jilbab.or.id – Rabu, 9 Juli 2014/11 Ramadhan 1435H

Print Friendly